Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 26 Mar 2020 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Begini Kondisi Malioboro yang Sepi Pengunjung

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Malioboro Sepi
Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Wabah Corona atau COVID-19 berdampak kepada semua sektor, khususnya pariwisata. Seperti halnya kawasan Malioboro yang biasanya ramai, kini sepi dari pengunjung dan pedagang.

Pantauan detikcom, suasana di Malioboro sangat sepi dan hanya beberapa toko saja yang beroperasi. Sedangkan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi juga sangat sedikit.

Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Meski sepi, beberapa orang tampak lalu lalang di kawasan Malioboro. Sesekali, tampak pula baik pegawai toko maupun pengunjung mencuci tangan di sebuah wastafel yang tersedia di sepanjang pedestarian Malioboro.

Selain itu, lalu lintas di kawasan tersebut juga terbilang sangat lancar. Pasalnya pada hari-hari biasa lalu lintas di kawasan tersebut terbilang cukup padat.

Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Salah seorang tukang becak di Malioboro, Rubiyat (52) menyebut, kondisi ini sudah berlangsung sejak pekan lalu. Bahkan, saat ini banyak PKL yang memilih tidak berjualan, atau beberapa toko hanya buka sampai sore hari.

"Ya pokoknya mulai seminggu ini sepi, kemarin-kemarin juga sepi tapi tidak sesepi ini," katanya saat ditemui di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (26/3/2020).

Foto: (Pradito Rida/Detikcom)

Pria yang sudah 27 tahun berprofesi sebagai tukang becak ini melanjutkan, bahwa sepinya Malioboro berdampak pada pemasukannya. Bahkan, dia menyebut penghasilannya turun drastis.

"Biasanya sehari itu minimal saya bisa dapat Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Nah, terus ada Corona ini penghasilan harian saya turun drastis," katanya.

Kendati demikian, warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul ini mengaku tetap bekerja di sekitar Malioboro. Bukan tanpa alasan, hal itu semata-mata untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

"Saya masih di luar (narik becak) karena belum ada sosialisasi dan jaminan dapat uang dari Pemerintah. Jadi ya saya modal nekat dan badan sehat saja, kerja ya kerja, masalah lainnya kan sudah ada Allah yang mengatur," ucapnya.

Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Rubiyat menambahkan, bahwa seumur hidup dia baru mengalami kejadian seperti ini. Karena itu, dia berharap wabah ini segera berakhir. "Mudah-mudahan Corona ini bisa segera berakhir, karena saat ini bisa dibilang sudah paceklik mas," ucapnya.

Baca perkembangan virus Corona di link ini



Simak Video "Malioboro Bebas Rokok Mulai Maret 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA