Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Mei 2020 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Sedih Traveler Selandia Baru, Boleh Pulang Setelah Ibunya Tiada

llustrasi parkinson
Foto: Ilustrasi Parkinson (Thinkstock)

Respons Pihak Imigrasi

Sementara itu, keluhan dari wanita ini sampai juga kepada pihak Imigrasi Selandia Baru (INZ). Namun mereka enggan untuk menanggapi secara langsung atas masalah ini.

"Tanpa tahu siapa individu yang bersangkutan dan kasus spesifik, INZ tidak bisa mengonfirmasi berapa lama yang dibutuhkan untuk memroses permintaan tersebut," kata Nicola Hogg, General Manager Border and Visa Operations INZ.


Namun Nicola mengatakan bahwa permintaan wanita tersebut sudah diproses sejak hari pertama dia mengajukan berkas. Tapi banyaknya orang yang mengajukan permintaan yang sama membuat proses jadi jauh lebih panjang.

"Proses ini membutuhkan instruksi baru, prosedur baru, dan ada banyak sekali permintaan yang masuk. Rata-rata, waktu yang dibutuhkan untuk berkas yang diajukan pada 1 April adalah 3 hari kerja, tapi bisa juga lebih lama," imbuh Nicola.

Nicola sendiri menyebutkan selama periode 31 Maret hingga 6 April, ada kurang lebih 2.093 berkas pengajuan yang masuk ke pihak INZ untuk diproses izin masuknya.


Sejak diumumkan pengecualian masuk perbatasan, sudah ada 6.700 orang yang melamar ke INZ untuk mendapatkan izin tersebut. Dari jumlah itu, 6.680 berkas sudah diproses dan diputuskan, sedangkan hanya 1.400 permintaan yang diizinkan untuk mendapat visa masuk Selandia Baru.

Nicola menyebut permintaan pengecualian masuk ke Selandia Baru memang diperketat lantaran ingin menghentikan penyebaran COVID-19 di negara tersebut. Pembatasan ini juga bertujuan untuk menjaga orang sehat di Selandia Baru agar tidak tertular mereka yang membawa virus dari luar negeri.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA