Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Mei 2020 20:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kilas Sejarah Pesawat Raksasa A380, Tak Disukai Amerika

Pesawat A380 di Berbagai Maskapai
A380 dari Emirates (Foto: CNN)

Penerbangan pertama dan kenyamanan tiada dua A380

A380 diluncurkan pertama dari Toulouse pada awal 2005. Pesawat raksasa ini pertama kali terbang pada 27 April 2005.

Chief engineer Robert Lafontan juga menjabat sebagai tester selama periode itu. Menerbangkan A380, kata dia, meski memiliki berat lebih dari 100 ton, pendaratan dan lepas landasnya sudah seperti A319.

Pesawat A380 dengan empat mesin jet, mampu mengangkat berat lepas landas maksimum pesawat 650 ton dan mencapai ketinggian dalam 15 menit. Mereka menawarkan jangkauan hampir 15.000 kilometer, cukup untuk terbang dari Dallas ke Sydney tanpa henti.

Dibandingkan dengan pesawat bermesin ganda, pesawat dengan empat mesin jet juga membutuhkan perawatan dua kali lebih banyak. BBM-nya pun lebih banyak dan menghasilkan lebih banyak emisi karbon.

Pesawat A380 milik QantasPesawat A380 milik Qantas (Foto: CNN)

Meskipun mesin A380 tampaknya canggih pada saat dirilis. Namun, pesawat ini dikalahkan dalam hal efisiensi dan teknologinya Boeing 787 atau Dreamliner.

Pada akhirnya, konfigurasi sayap A380 dan mesin-mesinnya membuatnya tidak menguntungkan dibanding dengan generasi baru dari pesawat jarak jauh bermesin ganda.

A380 dibangun dengan sederet fasilitas untuk kenyamanan penumpangnya. Tingkat tekanan pesawat ini lebih tinggi, kebisingan yang lebih rendah, dan pencahayaan ambient yang menenangkan. Ini telah menjadi standar pada pesawat baru.

Nico Buchholz, yang bekerja di Airbus selama pengembangan A380, kemudian menghabiskan 15 tahun sebagai manajer armada di Lufthansa. Maskapai ini membeli 14 A380, dan ia setuju bahwa pesawat ini menawarkan tingkat kenyamanan yang tidak ada duanya.

Penundaan dan pembatalan pemesanan A380...

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA