Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 30 Mei 2020 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Akan Buka Masjid Lagi Mulai 2 Juni

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Masjid Sultans
Masjid di Singapura (Nuha Dzakirah/d'traveler)
Singapura -

Setelah menutup masjid sejak 13 Maret lalu, kini Singapura siap kembali membuka masjid. Ada beberapa kebijakan baru yang diterapkan.

Dikutip dari Channel News Asia, Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan pembukaan masjid pada fase pertama akan dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan virus Corona secara maksimal. Itu dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan datangnya gelombang kedua virus Corona.

Langkah-langkah pencegahan yang dilakukan di antaranya, mulai 2-7 Juni 2020, masjid di Singapura akan dibuka dengan waktu operasional yang terbatas, yaitu dari pukul 13.00-18.00. Jadi, untuk rentang waktu ini umat islam belum bisa melaksanakan salat lima waktu di masjid.

Sebagian besar masjid hanya dibuka untuk salat sendiri, bukan untuk berjamaah. Salat Jumat pun masih ditangguhkan.

MUIS meminta masyarakat untuk memprioritaskan orang-orang tertentu untuk bisa beribadah di masjid seperti para pekerja keliling yang tidak memiliki ruangan untuk beribadah. Termasuk juga supir pribadi, taksi atau kurir.

"Para lansia yang sangat rentan terhadap infeksi, sangat tidak dianjurkan datang ke masjid selama fase pertama pembukaan yang kembali aman, untuk perlindungan mereka sendiri," kata MUIS.

Selain lansia, untuk saat ini kaum muda juga tidak dianjurkan untuk salat di masjid. Sebagian besar masjid akan dibuka untuk salat lima waktu mulai 8 Juni 2020, sementara beberapa masjid lain masih akan dibuka dengan jam operasional yang terbatas.

Menurut Straitstimes, masjid-masjid akan disemprotkan cairan disinfektan secara rutin. Masyarakat yang akan beribadah juga melalui pemeriksaan fisik, suhu dan sistem check in digital SafeEntry yang mengharuskan mereka membawa kartu identitas atau dokumen identifikasi pribadi.

Umat islam yang mengunjungi masjid harus memakai masker serta membawa perlengkapan ibadah mereka sendiri seperti sajadah dan mukena. Selain itu tetap menerapkan jarak sosial.

Ketika tingkat penularan menurun, secara bertahap masjid akan meningkatkan jumlah jamaah dan kembali melakukan kegiatan seperti semula. Akan tetapi langkah-langkah ini bisa diperketat lagi jika situasi memburuk.

"Kami mendesak masyarakat untuk bekerja sama dengan para pemimpin masjid untuk terus mengekang penyebaran virus dengan menerapkan tindakan pencegahan yang diperlukan ketika mengunjungi masjid kami, dan dalam periode ini hanya mengunjungi masjid jika diperlukan," MUIS menambahkan.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA