Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Jun 2020 10:48 WIB

TRAVEL NEWS

Tupai Peminum Darah dan Aneka Hewan Langka Lainnya di Kalimantan

Bonauli
detikTravel
Tupai Peminum Darah di Kalimantan
Tupai Peminum Darah (University of Michigan)
Jakarta -

Nama Pulau Kalimantan ramai jadi perbincangan di Twitter. Pulau ini kerap disangka primitif, padahal jadi rumah dari hewan langka dunia.

Bermula dari cuitan seseorang di akun anomim yang menanyakan moda transportasi di Kalimantan. Apakah warga Kalimantan menggunakan babi sebagai alat angkut transportasi? Tentu saja tidak.

Julukan Amazon dari Indonesia memang melekat pada Pulau Borneo. Tapi bukan berarti Kalimantan ketinggalan zaman.

Karena kekayaan alam inilah yang justru membuat Kalimantan jadi primadona bagi wisatawan dunia. Sebut saja Taman Nasional Tanjung Puting yang jadi pusat konservasi orangutan.



Sebagai kawasan penangkaran, Taman Nasional Tanjung Puting melindungi orangutan yang kini masuk dalam daftar hewan langka. Kelangkaan ini tentu saja karena perburuan liar yang dilakukan manusia.

Rupanya, Kalimantan bukan cuma rumah bagi orangutan. Di dalam hutan lebatnya, ada sejumlah satwa endemik yang masuk dalam daftar hampir punah.

Yang paling sering kita dengan adalah Bekantan. Spesies yang memiliki nama latin nasalis larvatus ini memiliki ciri yang mencolok yaitu hidung panjang dan rambut coklat kemerahan.

Bekantan merupakan primata yang banyak ditemukan di kawasan Kalimantan. Penebangan hutan ilegal hingga karhutla mengancam kelestarian primata tersebut.Bekantan merupakan primata yang banyak ditemukan di kawasan Kalimantan. Penebangan hutan ilegal hingga karhutla mengancam kelestarian primata tersebut. Foto: Pradita Utama



Menjadi maskot dari Kalimantan Selatan, bekantan jadi hewan yang dilindungi di Indonesia. Namun hilangnya hutan karena penebangan liar membuat populasi bekantan terus menurun.

Jenis kera arbureal, Owa Kalimantan juga menjadi satwa endemik di pedalaman hutan Borneo. Seperti Owa Jawa, spesies Owa Kalimantan juga terancam punah.

Owa Kalimantan sering ditemui di antara aliran Sungai Kapuas dan Sungai Barito. Lagi-lagi karena penebangan liar, Owa Kalimantan harus mengalami penurunan dan dinyatakan terancam punah.

Kemudian ada Lutung Merah dan Dahi Putih. Dua spesies ini sering diburu karena keunikannya, apalagi Lutung Dahi Putih.

Spesies Lutung Dahi Putih berkurang sampai 30 persen dalam waktu 30 tahun. Perburuannya dikaitkan dengan mitos yang menyatakan bahwa daging lutung ini bisa digunakan sebagai obat dari berbagai penyakit. Padahal itu tidak benar, lo!

Selanjutnya, apa kamu pernah dengar Tupai Peminum Darah? Ya, Kalimantan punya Tupai Peminum Darah yang langka. Sebagai hewan nokturnal, spesies ini cukup sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat kala malam.

Seperti namanya, hewan ini memangsa rusa untuk diminum darahnya. Mereka merobek leher rusa dan meminum daranya untuk bertahan hidup. Hewan buruannya pun sampai mati lemas.

Begitu pula dengan Katak Kepala Pipih atau barbourula kalimantanensis adalah jenis kodok langka dunia. Bayangkan kodok ini menjadi spesies satu-satunya yang tidak memiliki paru-paru.

Hewan ini baru ditemukan pada tahun 1978 oleh Djoko T Iskandar, seorang pakar herpertofauna dari ITB Bandung. Hewan ini ditemukan di sekitar Nanga Pinoh, Melawi, Kalbar.

Dua ekor Pesut berhasil terpantau saat sedang berenang di Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (13/5). Tim Monitoring Pesut Mahakam yang terdiri dari WWF Indonesia, Komunita Save The Mahakam Dolphin dan Komunitas Pencinta Alam Damai (Kompad) berhasil menemukan keberadaan pesut saat melakukan survey untuk mengetahui sebaran populasi pesut tersebut. ANTARA FOTO/Sugeng Hendratno/jhw/foc/17.Dua ekor Pesut berhasil terpantau saat sedang berenang di Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA FOTO/Sugeng Hendratno



Kalimantan juga menjadi rumah bagi mamalia air, Pesut Mahakam. Hewan ini disebut juga sebagai lumba-lumba air tawar.

Pada tahun 2007, The Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan Pesut Mahakam sebagai hewan terancam punah karena hanya memiliki populasi sebanyak 50 ekor.

Penurunan ini terjadi karena banyaknya aktivitas manusia di perairan Sungai Mahakam. Erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan sekitar membuat Pesut Mahakam makin terancam punah.

Yang terakhir adalah Gajah Pygmi atau Gajah Kalimantan. Subspesies dari Gajah Asia ini bisa ditemukan di utara Pulau Kalimantan.

Seperti gajah lainnya, tantangan hidup Gajah Pygmi adalah perusakan hutan. Mereka juga kerap diburu untuk diperjualbelikan kepada kolektor.

Setelah membaca artikel ini, traveler makin tahu dong, kalau ternyata hutan Kalimantan memiliki banyak satwa unik dunia. Sebagai generasi penerus nusantara, yuk, kita jaga dan lindungi kekayaan alam Indonesia!



Simak Video "Pampakin, Saudara Durian yang Enak Jadi Kudapan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA