Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Jun 2020 21:26 WIB

TRAVEL NEWS

Risiko Tinggi, Bali Tak Tergesa-gesa Gaet Turis Asing

Angga Riza
detikTravel
Gubernur Bali I Wayan Koster di Restoran Bebek Tepi Sawah
Foto: Gubernur Koster dan Menparekraf Wishnutama (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Gubernur Bali I Wayan Koster tak tergessa-gesa membuka sektor pariwisata. Dia bahkan ingin agar wisman jadi yang terakhir masuk ke Bali.

Gubernur Koster akan membuka beberapa sektor di Bali, kecuali pendidikan dan pariwisata. Beberapa sektor yang rencananya akan dibuka terlebih dahulu adalah sektor perdagangan dan perindustrian.

Untuk rencana pembukaan pariwisata akan dilakukan secara bertahap. Perencanaannya bulan Agustus hanya untuk wisatawan domestik, sedangkan untuk wisatawan mancanegara rencananya akan dilaksanakan pada tahap ketiga di bulan September.

Koster juga menegaskan pembukaan pariwisata ini hanya rencana dan belum terjadwal pasti. Sembari melihat perkembangan kasus COVID-19 di Bali, terutama transmisi lokal.

"Kalau pariwisata itu kami masih melihat perkembangan tahap satu. Kalau tanggal 9 Juli untuk pergerakan di Bali ini kondusif berhasil, maka akan dilanjutkan ke tahap ke dua. Untuk wisatawan domestik atau wisatawan nusantara itu kalau berhasil akan dilaksanakan bulan Agustus," kata Koster kepada wartawan di restoran Bebek Tepi Sawah, Ubud, Gianyar, Rabu (17/6/2020).

"Kalau ini berhasil untuk wisatawan mancanegara tahap tiga akan dilaksanakan bulan September, tapi ini hanya ancang-ancang, bukan jadwal jadi pelaksanaan. Jadi atau tidak, itu sangat tergantung dari perkembangan situasi dan dinamika COVID-19 khususnya transmisi lokal di Bali," Koster menambahkan.

Menurut Koster, pembukaan pariwisata di Bali harus dibuka secara hati-hati karena sangat berisiko tinggi.

"Saya kira itu memang karena untuk pariwisata harus dilakukan dengan hati-hati. Bapak Presiden juga telah memberikan arahan. Pak Menpar juga mempunyai pandangan yang sama. Pariwisata ini harus sangat hati-hati. Jangan sampai terjadi pandemi gelombang kedua di Provinsi Bali karena itu akan sangat berat dihadapi di periode kedua itu," Koster menegaskan.



Simak Video "Ada 73 Pasien dalam Pengawasan di Bali, 54 Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA