Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Jun 2020 23:08 WIB

TRAVEL NEWS

Tentang Suku Bugis, Sejarah, dan Kisah Kepiawaian Mengarungi Samudra

Tim detikTravel
detikTravel
Raja perempuan Bugis
Foto: Fauzan/Tentang Suku Bugis, Sejarah, dan Kisah Kepiawaian Mengarungi Samudra
Jakarta -

Suku Bugis merupakan suku yang berasal dari Sulawesi Selatan. Suku ini tergolong ke dalam suku-suku Deutero Melayu (Melayu muda).

Dalam situs Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Wajo, Kata Bugis berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan Ugi merujuk pada raja pertama kerajaan China yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo, yaitu La Sattumpugi.

Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau pengikut La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayah dari Sawerigading. Sawerigading adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia.

Beberapa kerajaan Bugis klasik seperti Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa, Sawitto, Sidenreng, dan Rappang. Suku Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, dan Barru.

Masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir. Kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah berdagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.

Suku Bugis juga dikenal piawai merantau mengarungi samudra. Wilayah perantauan mereka hingga ke Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand, Australia, Madagaskar, dan Afrika Selatan. Penyebab merantau disebutkan antara lain karena konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan Bugis pada abad ke-16, 17, 18, dan 19. Hal ini menyebabkan banyaknya orang Bugis bermigrasi terutama di daerah pesisir. Selain itu budaya merantau juga didorong oleh keinginan akan kemerdekaan.

Suku Bugis juga merantau ke Kalimantan Selatan. Pada abad ke-17 datanglah seorang pemimpin suku Bugis menghadap raja Banjar yang berkedudukan di Kayu Tangi (Martapura) untuk diizinkan mendirikan pemukiman di Pagatan, Tanah Bumbu. Raja Banjar memberikan gelar Kapitan Laut Pulo kepadanya yang kemudian menjadi raja Pagatan. Kini sebagian besar suku Bugis tinggal di daerah pesisir timur Kalimantan Selatan yaitu Tanah Bumbu dan Kota Baru.

Selain di Kalimantan Barat, suku Bugis merantau ke Sumatera dan Semenanjung Malaysia setelah dikuasainya kerajaan Gowa oleh VOC pada pertengahan abad ke-17. Mereka pergi menuju kerajaan-kerajaan di tanah Melayu dan turut terlibat dalam perebutan politik kerajaan-kerajaan Melayu. Karena itu banyak raja-raja di Johor yang merupakan keturunan Bugis.



Simak Video "Semenit Rindu: Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA