Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 03 Jul 2020 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

9 Fakta Jet Pribadi di Indonesia

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Jet Pribadi Gulfstream
Ilustrasi jet pribadi (Foto: Gulfstream)
Jakarta -

Private jet atau jet pribadi menjadi tunggangan favorit mereka yang berduit. Sembilan fakta pesawat itu menjadi pilihan kendati biaya sewanya selangit.

Jet pribadi menjadi salah satu sub sektor penerbangan yang paling dicari di kala pandemi virus Corona. Apa saja fakta-fakta dari jet pribadi ini?

Dirangkum detikTravel, di bawah ini adalah fakta-fakta tentang jet pribadi yang beroperasi di Indonesia:

1. Fasilitas jet pribadi

Traveler yang bepergian menggunakan jet pribadi akan difasilitasi dengan lounge eksekutif atau VIP lounge. Ruang singgah yang digunakan tergantung pesawat yang disewa.

Jadi bisa saja Anda menggunakan lounge VIP milik bandara atau suatu perusahaan. Di dalam lounge ini sudah ada mesin x-ray dan metal detector sendiri untuk meringkas waktu.

2. Rute dan jalur jet pribadi

Jet pribadi bisa ke bandara di manapun di dunia. Asal bandara itu dijaga petugas ATC maka pesawat dipastikan bisa mendarat.

Bandara non komersial saja bisa apa lagi bandara komersial, sudah tentu bisa didarati jet pribadi. Selain petugas tadi, yang perlu diperhatikan selanjutnya yakni panjang landasan atau runway jika bandara itu ada di pulau terpencil.

Di angkasa, jalur jet pribadi juga terbilang eksklusif. Ketinggian jet pribadi ini bisa mencapai 45.000 kaki sedang pesawat komersil lainnya hanya di ketinggian 30.000 kaki.

3. Pemakai dan peminat

Yang perlu digarisbawahi pertama kali di poin ini yakni penumpangnya traveler bisnis berkantong tebal. Orang pertama yang sering menggunakannya yakni bos-bos tambang dan perminyakan.

Lalu ada pula penumpang dari pengusaha, para pejabat atau politisi hingga artis. Jet pribadi juga sering disewa untuk penerbangan medis.

4. Cara memesan tiket jet pribadi

Tiket jet pribadi tak dijual di OTA (online travel agent) seperti Traveloka atau Tiket.com dan sejenisnya. Traveler biasanya memesan lewat media Whatsapp atau situs agen penyedia jet pribadi.

Setelah melihat katalog, maka sales dari agen jet pribadi akan menjabarkan secara detail terkait penerbangannya. Jika sepakat, maka penumpang akan dikirimi tagihan untuk dibayar di depan melalui email atau layanan lainnya.

5. Tarif jet pribadi

Sebagai gambaran awal, tiket jet pribadi PP Jakarta-Bali atau Jakarta-Singapura dipatok dengan harga berkisar Rp 300 juta. Ini harga diskon di masa pandemi Corona.

Biasanya biaya yang ditagih perusahaan ke penumpang menggunakan kurs dolar Amerika Serikat atau USD. Tarif termahal rute terjauh domestik, Jakarta-Sorong dengan berkapasitas delapan menggunakan Hawker 900XP dengan lama perjalanan 10 jam 30 menit akan dikenai biaya USD 68.250 atau setara Rp 973,3 juta.

6. Cara merawat jet pribadi

Untuk diketahui bahwa tingkat keamanan sebuah armada pesawat sangatlah tinggi. Tiada toleransi akan suatu suku cadang dan bila sudah masanya maka harus diganti.

Perawatan itu dibatasi jam, kalender, dan ada pula yang pas take off landing. Di setiap pesawat juga ada maintenance program oleh manufaktur. Mungkin dalam 300 jam sekali dan lain-lainya.

7. Jenis pesawat jet pribadi

Ada begitu banyak pabrikan pesawat jet pribadi, mulai dari Embraer, Gulfstream, Hawker, Beechcraft, Bombardier, Airbus, hingga Boeing. Semakin besar pesawat maka sewanya juga semakin mahal.

Jet pribadi dimulai dari small jet yang memiliki 6 seat, medium 8 seat, super mid size 13 seat dan heavy jet sampai 17 seat. Atau, bila ingin menyewa dengan lebih dari 20 kursi bisa menggunakan Boeing 737 800 BBJ atau Airbus A320 ABJ.

8. Kru kabin jet pribadi

Biasanya dalam kabin pesawat jet pribadi dengan jenis Hawker 400XP terdapat empat kru. Mereka terdiri dari pilot, co-pilot, pramugari, dan engineer.

Sedang untuk jet pribadi keperluan medis akan diisi pilot, co-pilot, dokter, perawat dan satu pendamping pasien.

Jika traveler memesan helikopter maka hanya ada pilot dan co-pilot tanpa adanya pramugari.

9. Lain-lain

Para konglomerat di Indonesia hampir bisa dipastikan memiliki jet pribadi. Fakta menariknya adalah barangnya itu sering disewakan agar mengurangi beban biaya perawatan dan operasi.

Jet pribadi yang diparkir di apron bandara akan dikenai biaya parkir, juga bayar ketika take off dan landing. Tak hanya itu, ketika melewati wilayah udara suatu negara juga harus membayar.

Pemilik jet pribadi juga harus membayar gaji pilot, co-pilot, pramugari, BBM, juga perawatannya.



Simak Video "Begini Teknis Perawatan Jet Pribadi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA