Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Jul 2020 11:10 WIB

TRAVEL NEWS

Tumbal Kepraktisan Kantong Kresek Sekali Pakai

Syanti Mustika
detikTravel
Pemakaian sampah plastik yang sekali pakai dapat mengancam kehidupan ekosistem laut di Pulau Tidung. Petugas Sudin DLH pun berjibaku membersihkan sampah di sana.
Sampah plastik menumpuk di pantai, tumbal kepraktisan penggunaannya. (Pradita Utama/detikFOTO)
Jakarta -

Sampah plastik dan lingkungan menjadi pro dan kontra yang terus hangat. Tapi pernahkah terpikirkan yang membuat plastik berbahaya itu pemakainya atau bahannya?

"Bagi saya, kedua-duanya. Saat kita menggunakan plastik secara tidak langsung kita berperan dalam membuat rusak lingkungan. Dan efeknya nanti ujungnya ke kita, manusia juga," ujar Muhammad Reza Cordova, peneliti LIPI di bidang mikroplastik, dalam perbincangan dengan detikcom.

Pemakaian plastik sekali pakai yang berlebihan akan membuat penumpukan sampah. Sebab, plastik terurai memakan waktu hingga ratusan tahun.

Salah satu bukti nyata adalah makin seringnya ditemukan satwa liar mati terjerat plastik. Atau, satwa-satwa itu mati dengan banyak sampah di dalam perutnya.

Persoalan tentang sampah jadi isu global yang terus diupayakan untuk dicari solusinya. Ekosistem di dasar laut pun tak lepas dari ancaman sampah plastik.Persoalan tentang sampah jadi isu global yang terus diupayakan untuk dicari solusinya. Ekosistem di dasar laut pun tak lepas dari ancaman sampah plastik. Foto: Stelios Misinas/Reuters


Begitu juga dengan hewan-hewan di darat seperti kambing, sapi dan ayam. Padahal, ujung-ujungnya, hewan itu yang bakal dikonsumsi oleh warga dunia.

padahal, jika disimak, plastik dibuat sebagai salah satu upaya menyelamatkan bumi. Plastik menggantikan kertas waktu itu.

Tapi rupanya, sampah-sampah plastik meminta tumbal. Plastik yang praktis digunakan harus dibayar mahal dengan waktu urai yang panjang. Sampah plastik tak sepraktis saat digunakan.

Timbul pertanyaan baru, mungkin nggak sih bumi lepas dari ketergantungan terhadap plastik?

"Itu sangat mungkin. Kalau melihat kondisi sekarang dimana milenial banyak yang lebih sadar lingkungan dan tidak mau terganggu kesehatannya. Sebenarnya kita bisa lepas, yang penting niat atau nggak," kata Reza.

"Berdasarkan riset kami, 98 persen responden tahu akan bahaya plastik. Namun fakta implementasi hanya 50 persen, satu dari 2 orang saja. Nah terlihatkan sebenarnya sudah sadar akan bahaya sampah plastik ini, tinggal implementasinya saja yang belum," Reza menjelaskan.

Pemandangan di Pantai Cilincing nampak muram dengan sampah-sampah plastik berserakan. Ancaman serius dari sampah plastik semakin mendesak untuk dientaskan.Pemandangan di Pantai Cilincing nampak muram dengan sampah-sampah plastik berserakan. Ancaman serius dari sampah plastik semakin mendesak untuk dientaskan. Foto: Pradita Utama


Apa yang bisa kita lakukan? Yang pasti tentu berusaha mengurangi pemakaian kantong kresek sekali pakai secara berlebihan. Dan juga sekarang adanya Bank Sampah, sebagai salah satu langkah menyikapi sikap mengelola sampah.

"Kita bisa melihat salah satu kesadaran ini dari Bank Sampah. Terlihat dari teman-teman milenial mau menjemput sampah seperti yang terjadi bank sampah. Baik, kita katakanlah sekarang sudah banyak yang melakukan, namun masih tetap sedikit," ujar Reza.


Pelarangan pengunaan kantong plastik di DKI Jakarta mulai hari ini berlaku, Rabu (1/7) , jika melanggar akan dikenai sejumlah sanksi.Pelarangan pengunaan kantong plastik di DKI Jakarta mulai hari ini berlaku, Rabu (1/7) , jika melanggar akan dikenai sejumlah sanksi. Foto: dok. detikfoto

"Kita harus memperbanyak lagi bank sampah supaya tidak membuang sampah sembarangan., juga mere-use plastik atau ada bisa juga didaur ulang. Dan, yang paling utama adalah tidak menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan," Reza menegaskan.

Yuk traveler, kita mulai kurangi sampah plastik dengan memilih kantong belanja ramah lingkungan.



Simak Video "Perusahaan di India Bikin Alat Makan hingga Tas dari Daun Palem"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA