Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Jul 2020 20:15 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata Bawah Laut Pangandaran Masih Banyak 'PR'-nya

Faizal Amiruddin
detikTravel
Pantai Timur Pangandaran
Pangandaran Foto: Faizal Amiruddin/detikcom
Pangandaran -

Meski sudah mulai terkelola dengan baik, wisata laut Pangandaran masih banyak pekerjaan rumahnya. Kerusakan terumbu karang dan pola pengelolaan pun jadi permasalahan yang harus diselesaikan.

Meski belum termanfaatkan dengan optimal namun wisata bawah air pantai Pangandaran cukup menawan. Terutama untuk aktivitas snorkeling. Pangan punya dua lokasi snorkeling yang lumayan cantik, yakni pasir putih barat dan pasir putih timur.

Namun jika dibandingkan dengan taman laut di pantai wilayah timur Indonesia, taman laut Pangandaran memang kalah cantik. Kerusakan terumbu karang dan pola pengelolaan menjadi kendala yang menghambat optimalisasi wisata bawah laut Pangandaran.

"Kita punya spot snorkeling atau diving, selama ini dikelola oleh para pelaku wisata Pangandaran. Lumayan bagus, spotnya di sekitar kawasan cagar alam, yakni pasir putih barat dan satu lagi di pasir putih timur," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Untung Syaiful Rahman, Selasa (14/7/2020).

Untung mengatakan snorkeling di pasir putih Pangandaran cukup mengasyikkan. Pengunjung bisa bercengkerama dengan beragam ikan. Berbekal roti atau makanan khusus, maka ikan akan berebut mengerubuti pengunjung.

Namun demikian dia mengakui bahwa pengelolaan potensi wisata bawah laut itu belum tergali maksimal. "Selama ini potensi itu digarap oleh pelaku usaha penyewaan alat snorkeling. Pemda belum turun tangan melakukan pengelolaan atau optimalisasi," kata Untung.

Tapi hal itu sudah menjadi agenda kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran agar potensi yang dimiliki laut Pangandaran bisa termanfaatkan dengan baik. "Sekarang kami masih terus melakukan peningkatan sumber daya manusia para pelaku pariwisata. Sehingga mereka memiliki visi dan kemampuan yang baik dalam memanfaatkan potensi wisata yang dimiliki," kata Untung.

Untuk menjangkau spot snorkeling di pasir putih Pangandaran, wisatawan bisa menempuh 2 jalur. Bisa dengan menumpang perahu wisata dari pantai barat atau berjalan kaki sambil melakukan penjelajahan di cagar alam Pananjung. Jika tak memiliki alat atau goggle untuk snorkeling tersedia penyewaan yang harganya cukup terjangkau.

"Sebaiknya pagi-pagi atau sebelum tengah hari agar kondisi arus mendukung. Dan air pun masih jernih," kata Yusuf, awak perahu yang biasa mengantar pengunjung ke spot snorkeling.

Yusuf mengatakan snorkeling bisa dimulai dari sekitar bangkai kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di sekitar pasir putih.

"Sebenarnya keberadaan bangkai kapal itu cukup mengganggu keberadaan spot taman laut. Penenggelaman kapal juga telah membuat terumbu karang di sekitar itu rusak. Tapi karena sudah terjadi, ya mau bagaimana lagi. Memindahkan bangkai kapal sebesar itu kan tidak mudah," kata Yusuf.

Meski mengetahui memindahkan kapal bukan perkara mudah, Yusuf berharap hal itu bisa dilakukan. Sehingga membuat kawasan pasir putih lebih leluasa.

"Kalau kapal itu dipindahkan ke tengah atau benar-benar tenggelam, mungkin bisa menjadi rumpon. Atau bahkan bisa saja, dijadikan lokasi snorkeling karena ikan-ikan bersarang di dalamnya," kata Yusuf.

Tercemar Sampah Plastik

Hal lain yang menjadi kendala optimalisasi wisata taman laut di Pangandaran adalah kondisi perairan yang banyak terjadi pencemaran terutama sampah plastik.

Jika musim penghujan, sampah plastik biasanya melimpah dan mengganggu aktivitas snorkeling. Posisi pantai Pangandaran yang relatif dekat dengan muara sungai Citanduy membuat sampah bisa dengan cepat menepi di sekitar pantai.

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari membenarkan hal itu.

Menurut dia sampah plastik "kiriman" sungai Citanduy menjadi masalah cukup besar bagi kebersihan perairan pantai Pangandaran. "Tadi siang saja kami baru mengangkut 3 truk sampah plastik dari kawasan pantai timur. Itu sampah yang menepi di pantai. Kami kumpulkan kemudian kami angkut," kata Tonton.

Dia menjelaskan masalah sampah di perairan Pangandaran ini tentu tak hanya masalah Pemkab Pangandaran. Namun penanganannya harus koordinasi dengan wilayah hulu sungai baik itu Kabupaten Ciamis maupun Tasikmalaya. Upaya menyadarkan masyarakat agar tak membuang sampah ke sungai harus terus digelorakan agar kiriman sampah ke laut bisa diminimalisasi.

"Yang tak kalah penting adalah peran dari Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy. Bagaimana perannya dalam rangka menjaga kebersihan sungai, baik itu penerapan teknologi atau pembangunan sarana prasarana," kata Tonton.

Dia menambahkan masalah kesadaran lingkungan ini harus terus digenjot, karena sebagai daerah wisata Pangandaran harus bisa menjaga asetnya. "Sebagai tujuan wisata alam kebersihan dan kelestarian lingkungan jelas harus diperhatikan. Baik di daratan maupun di perairan. Kalau kotor, mana mungkin wisatawan betah," kata Tonton.

(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA