Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Jul 2020 16:03 WIB

TRAVEL NEWS

Kenya Tak Akan Karantina Turis, kecuali...

Bonauli
detikTravel
In this photo taken Saturday, Feb. 1, 2020, a desert locust feeds on an Acacia tree in Nasuulu Conservancy, northern Kenya. As locusts by the billions descend on parts of Kenya in the worst outbreak in 70 years, small planes are flying low over affected areas to spray pesticides in what experts call the only effective control. (AP Photo/Ben Curtis)
Konservasi Nasuulu di bagian utara Kenya (Foto: AP Photo/Ben Curtis)
Nairobi -

Negara Kenya sudah bermimpi akan datangnya turis. Mereka sih maunya yang datang tidak bawa virus Corona. Pengumuman penerbangan internasional Kenya akan dibuka pada 1 Agustus. Turis tanpa gejala Corona dengan suhu tubuh kurang dari 37,5 derajat akan diizinkan meninggalkan bandara.

Tapi pengecualian untuk karantina. Protokol ini hanya diberikan untuk turis yang memiliki tanda-tanda gejala Corona saja.

"Anda tidak mengharapkan turis datang untuk dikarantina di sini selama 14 hari. Jika itu terjadi maka mereka tidak akan datang," ujar Sekretaris Kabinet Trasnportasi, James Macharia.

Macharia menambahkan bahwa jika memang ada turis yang positif Corona bisa diduga tertular dari penerbangan yang dinaikinya. Sehingga Kenya akan melacak penumpang yang duduk di baris pertama dan kedua di dalam pesawat.

"Jika hasil tes negatif mereka diizinkan meninggalkan bandara, jika hasilnya positif maka akan dikarantina sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan," ungkapnya.

Selain itu, protokol masker dan sanitizer juga masuk dalam daftar. Kenya berharap turis datang dalam keadaan sehat sehingga tak perlu karantina.

Dibukanya kembali penerbangan internasional adalah langkah yang bertujuan untuk melindungi sektor penerbangan dan pariwisata. Perekonomian Kenya memang didukung oleh industri pariwisatanya.

"Perjalanan udara internasional akan efektif pada 1 Agustus sesuai dengan semua protokol dari Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Untuk penerbangan domestik akan dimulai lebih awal, yaitu 15 Juli. Namun, jam malam dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi akan tetap berlaku selama 30 hari.

Kenya telah mencatat lebih dari 8.000 kasus virus dan 164 kematian - angka resmi tertinggi di Afrika Timur dan telah mengalami peningkatan tajam dalam beberapa pekan terakhir, dengan tingkat kematian 2,09 persen.



Simak Video "Badai Pandemi Corona Melanda, Afrika Selatan Tertinggi Kelima di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA