Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Jul 2020 08:12 WIB

TRAVEL NEWS

Jam Malam, Denda Rp 36 Juta, dan Kartu Kuning di Pantai-Pantai Korea

Putu Intan
detikTravel
Pantai di Busan, Korsel.
Ilustrasi pantai Korea Selatan: (ekaherlina/d'Traveler)
Seoul -

Korea Selatan menerapkan sistem peringatan pada 50 pantai utama. Tujuannya untuk mengurai kerumunan yang berpotensi dapat menyebarkan virus Corona.

Dilansir dari Korea Herald, sistem tersebut mulai berlaku Rabu (15/7/2020). Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan menjelaskan, bila jumlah pengunjung pantai melebihi tingkat untuk dapat menjaga jarak aman, akan dikeluarkan peringatan 'merah'. Bila keadaan sudah begini, seluruh layanan penyewaan di pantai akan dihentikan.

Selain itu, ada juga peringatan 'kuning'. Peringatan ini levelnya lebih rendah daripada yang 'merah'.

Melalui peringatan ini, pihak berwenang akan mendorong wisatawan untuk mengunjungi pantai-pantai terdekat lainnya. Di samping itu, wisatawan juga diminta untuk mengikuti langkah-langkah jarak sosial di negara itu.

Tak hanya menerapkan sistem peringatan, mulai 25 Juli 2020 seluruh wisatawan juga dilarang untuk makan dan minum di pantai pada malam hari. Bagi yang melanggar akan dikenakan denda 3 juta won atau hampir Rp 36 juta.

Haeundae beach in Busan, KoreaPantai Haeundae di Busan, Korea Selatan. Foto: (iStock)

Sebelumnya sempat diwartakan pula bahwa Korea Selatan akan memberlakukan aturan reservasi online bagi wisatawan yang akan berkunjung ke pantai. Upaya ini juga merupakan antisipasi kepadatan yang dapat terjadi di tempat wisata.

Langkah yang diambil Korea Selatan ini merupakan upaya mencegah penularan Corona, sembari juga mendongkrak perekonomian mereka yang bersumber dari industri pariwisata. Akibat pandemi ini, Korea Selatan telah kehilangan wisatawan domestik dan mancanegara. Pada minggu ini juga hanya 200 pantai yang dibuka.

Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara yang tak memberlakukan lockdown selama pandemi Corona. Mereka lebih memilih untuk tetap menjalankan aktivitas normal di ruang publik sejak awal Mei. Namun mereka tetap memberlakukan protokol kesehatan seperti jaga jarak.

Setelah kurva penularan Corona sempat menurun, baru-baru ini Negeri Ginseng itu mengalami peningkatan jumlah kasus baru di Seoul dan daerah di barat daya. Ini menyebabkan Kementerian Kesehatan memutuskan untuk meningkatkan penjagaan kembali.



Simak Video "Banjir dan Longsor Terjadi di Korsel, 30 Orang Dilaporkan Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA