Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Jul 2020 22:15 WIB

TRAVEL NEWS

5 Perubahan yang Dibawa Pesawat Boeing 747

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Serba-serbi Boeing 747
Serba-serbi Boeing 747 (Foto: CNN)
Jakarta -

Ratu Langit atau Queen of the Skies, julukan pesawat Boeing 747 ada di ujung masanya. Namun, armada ini membawa lima perubahan mendasar dalam dunia penerbangan.

Terbaru, seperti diberitakan CNN, British Airways telah menghentikan operasional Boeing 747-nya empat tahun lebih cepat. Hari-hari akhirnya pun semakin cepat dari yang pernah diperkirakan.

Pesawat Boeing 747 pertama melakukan penerbangan perdananya pada 9 Februari 1969. Itu berjarak setahun sebelum memasuki layanan bersama maskapai Pan American World Airways.

Dengan cepat Boeing 747 menjadi favorit penumpang. Pesawat model ini dipilih pemerintah AS sebagai Air Force One dan jadi jet pribadi latar untuk film-film Hollywood.

Hingga saat ini, hanya ada 170 pesawat Boeing 747 versi penumpang yang masih layak beroperasi. Lalu, dari jumlah itu hanya sekitar 30 Boeing 747 yang masih digunakan, menurut Cirium Fleets.

Banyak maskapai yang telah menemukan pengganti Boeing 747, yakni pesawat bermesin ganda yang lebih besar, modern dan irit BBM. Versi terbaru dari The Queen of the Skies adalah 747-8 Intercontinental dengan sayap, mesin, dan teknologi baru.

Berikut lima perubahan besar yang dibawa oleh pesawat Boeing 747:

1. Boeing 747, pesawat berbadan lebar pertama

Pesawat Boeing 747 adalah yang mengawali kabin dengan lorong ganda. Tak hanya itu, pesawat ini juga memiliki double deck atau kabin tingkat di moncongnya.

Boeing 747 merupakan pesawat pertama yang memiliki dinding samping hampir vertikal dan langit-langit yang tinggi. Penumpang akan merasakan kabin yang amat lega.

Kabin ini jadi penentu dan panutan penerbangan jarak jauh selama hampir setengah abad.

2. Ukuran apron bandara diperbesar karena Boeing 747

Ukuran pesawat Boeing 747 sangat mendominasi dibanding yang lainnya. Karena pesawat besar lain yang jadi andalan maskapai pada tahun 1960-an hanyalah Boeing 707 dan Douglas DC-8.

Ratusan penumpang tiba dan berangkat menggunakan pesawat Boeing 747. Maka, bandara harus cepat beradaptasi, dengan ruang tunggu, konter check-in, dan terminal yang diperluas.

Tiap maskapai internasional ingin meningkatkan gengsi dengan menerbangkan Boeing 747. Itu juga berarti bahwa pihak bea cukai dan imigrasi akan kewalahan dengan kedatangan pesawat tiada henti.

Peralatan pendukung di darat juga menyesuaikan. Bobot Boeing 747 luar biasa berat, lebih dari 340 ton.

Truk katering dimodifikasi untuk mencapai pintu kabin yang berada jauh di atas atau lebih tinggi. Mobil tanker pengisian BBM juga harus meregang lebih tinggi agar bisa mencapai sayapnya yang besar.

Serba-serbi Boeing 747Boeing SST (Foto: CNN)

3. Boeing 747 adalah pengangkut barang yang luar biasa

Pesawat Boeing 747 dirancang pada saat industri penerbangan mengharapkan penerbangan supersonik menjadi pesawat masa depan, SST dari Boeing. Pesawat angkut supersonik pertama di dunia, Tupolev Tu-144 yang dirancang Soviet.

Pesawat ini telah melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1968. Dan pesawat dari Prancis, Concorde mengudara dua bulan kemudian.

Para ahli pada 1960-an meramalkan bahwa Boeing 747 akan memiliki masa hidup yang singkat sebagai pesawat penumpang, karena keberadaan pesawat supersonik. Jadi para desainer 747 mencoba untuk membuktikan masa depan si jumbo dengan merekayasanya menjadi pengangkut kargo.

Dek utama Boeing 747 memiliki lebar 6 meter, kabin ini bisa ditempati dua kontainer kargo standar. Untuk mempermudah pemuatan, hidung model kargo 747 bisa dibuka dan diangkat ke atas.

Punuk Boeing 747 jadi kabin khas, karena di situlah lounge penumpang berada. Dalam model terbaru, punuk ini diubah menjadi kabin first class atau bisnis.

Ternyata, proyek Boeing SST 2707 dibatalkan pada tahun 1971, Tupolev Tu-144 secara permanen di-grounded setelah 55 kali terbang, dan Concorde terakhir terbang hampir 15 tahun yang lalu.

Adapun Boeing 747, telah dibuat lebih dari 1.500 dan telah diproduksi selama setengah abad terakhir. Boeing 747 terakhir dikirim pada bulan Juli 2017 untuk Korean Air.

Pada Januari 2018, operasi pesawat penumpang Boeing 747 AS berakhir ketika Delta Air Lines Flight 9771 mendarat di Marana, Arizona. Lufthansa masih punya puluhan 747 dan akan terus mengoperasikannya untuk tujuan jarak jauh.

4. Kipas besar baru di mesin jet Boeing 747

Pesawat terbang baru dan mesin baru diciptakan pada saat bersamaan. Desainer pesawat baru menginginkan konsumsi BBM yang lebih irit.

747 membutuhkan lompatan besar dalam hal mesin jet dan efisiensi untuk menghasilkan keuntungan. Pratt & Whitney mengubah bentuk mesin jet untuk 747 ya memiliki kipas besar di bagian depan.

Sejumlah besar udara dipaksa masuk ke dalam mesin, tetapi hanya sebagian kecil yang masuk ke inti mesin di mana ia dikompresi, dicampur dengan bahan bakar dan dinyalakan untuk menggerakkan turbin. Turbin internal memutar kipas besar, mendorong pesawat ke depan.

Dengan sebagian besar aliran udara diarahkan bukan melalui inti mesin, itu adalah turbofan high-bypass pertama di zaman jet.

Desain ini membuat mesin lebih tenang, lebih bertenaga, dan efisien dalam menggunakan bahan bakar. Dan bukan hanya suara jet yang sangat keras di generasi sebelumnya, pesawat 747 berdengung ketika lepas landas.

5. Boeing 747 pengubah penerbangan sebenarnya

Pesawat Boeing 747 mulai digunakan pada awal 1970-an, saat ada perubahan sosial yang besar. Ada pertumbuhan dunia penerbangan, pariwisata di seluruh dunia.

Pada tahun pertamanya, pesawat Boeing 747 yang terisi penuh penumpang mampu mengurangi biaya operasional hingga setengahnya. Terbang jadi lebih mudah.

Tapi perubahan ini diawali oleh Boeing 707. Pesawat perintis yang mampu terbang dengan mulus dan bertenaga jet.

Pesawat ini menghubungkan benua hanya dalam beberapa jam dan menunjukkan kepada dunia kekuatan mesin jet. Brien Wygle, co-pilot pada penerbangan pertama 747, dan mantan wakil presiden operasi penerbangan Boeing, berpikir demikian.

Boeing 707 mampu terbang lebih tinggi dan tekanan kabin lebih baik. Lalu, Boeing 747 melanjutkannya.



Simak Video "Spesifikasi Pesawat Osprey yang Dikabarkan Dibeli Indonesia dari AS"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA