Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 31 Jul 2020 07:41 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Traveler yang Naik Pesawat di Momen Idul Adha

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
1

Sempat kesulitan urus EHAB

Halaman 2 dari 2

Pemudik yang menggunakan pesawat terbang wajib menyerahkan surat kesehatan saat masuk Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini untuk memastikan penumpang bebas Corona.
Foto: Ari Saputra

Kisah lain dituturkan oleh Mega Anjasmoro, traveler yang mudik ke kampung halamannya di Pati di Jawa Tengah menjelang momen Idul Adha. Setahun belum pulang kampung, momen ini jadi waktu untuk silaturahmi.

Mega terbang dengan maskapai Batik Air. Pertama, ia terbang ke Semarang kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik mobil online menuju rumahnya.

"Ke Semarang nggak ribet, cuma rapid sama EHAB. Waktu balik ke Jakarta mudah-mudahan syaratnya juga itu saja. Gue udah good to go nih, dokumennya dua doang," kata Mega yang terbang tadi pagi dari Bandara Soetta.

Untuk syarat naik pesawat saat pandemi virus Corona rapid test, Mega menggunakan jasa layanan yang disediakan oleh pihak maskapai pada momen H-2 keberangkatan. Hal itu pun ia lakukan untuk jaga-jaga.

"Gue H-2. Concern gue kalau reaktif, bisa test ulang hari-hari selanjutnya. Bayar Rp 95 ribu dan itu murah banget sih," tutur Mega.

Sementara itu, untuk syarat EHAB, Mega menyebut kalau ia mendapatkannya secara online via website. Sebelumnya, ia juga sudah mencoba via aplikasi, tapi tidak berjalan mulus.

"Kalau lo isi lewat website lo nggak perlu mencamtumin kursi, karena sekarang Batik Air nggak bisa web check-in. Jadi, dibantu petugas di counter. EHAB yang lewat aplikasi harus mencantumkan nomor kursi, sehingga akhirnya lebih memilih melalui website," kata dia.

Selain syarat dokumen untuk terbang, Mega juga telah mendapat restu dari orang tuanya. Disebutnya, kondisi sekarang di Pati jauh lebih santai ketimbang saat PSBB.

"Gue udah kordinasi ke bokap, boleh pulang nggak? Ribet nggak administrasinya? Kampung gue di masa PSBB harus lapor ke Pak RT, RW, Kepala Desa sama Polsek. Sekarang kondisinya udah nggak," Mega menjelaskan.

Berkaca dari kondisi di lapangan, akhirnya Mega mantap untuk mudik saat Idul Adha. Ia berencana untuk menghabiskan liburannya hingga hari Senin.

Itulah cerita dari dua traveler yang bepergian naik pesawat di momen Idul Adha. Mungkin ada juga traveler yang punya rencana serupa?

(rdy/fem)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA