Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 02 Agu 2020 07:48 WIB

TRAVEL NEWS

Gila! Sampah Plastik di Jepang Cuma Kalah dari AS, tapi...

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Sampah plastik Jepang
Plastik di onigiri Jepang (Foto: CNN)

Hari daur ulang sampah plastik di Jepang

Jepang mungkin mengonsumsi banyak plastik, tetapi juga mempromosikan daur ulang. Ada hari-hari yang ditentukan untuk membuang limbah makanan, plastik, botol kaca dan kaleng aluminium.

Banyak situs web pemerintah daerah memasukkan instruksi terperinci tentang bagaimana orang harus mendaur ulang barang bekas atau limbahnya. Contoh, kota Chiba menandai tempat-tempat yang diperuntukkan membuang botol hingga penyediaan nomor telepon bagi orang-orang yang ingin membuang jarum suntik dan komputer.

Pemilahan sampah plastik di Jepang terlihat canggih bukan? Namun, jangan terlalu jauh berpikirnya.

Jepang menghasilkan sekitar 9 juta ton limbah plastik setiap tahun, kedua setelah Amerika Serikat, yang menghasilkan 35 juta ton limbah plastik pada tahun 2017. Negara ini hanya mendaur ulang kurang dari 10%.

Tingkat daur ulang plastik resmi Jepang adalah 84%, menurut Institut Manajemen Limbah Plastik, sebuah kelompok yang dibiayai oleh produsen pembuat polivinil klorida Shin-Etsu Chemical, perusahaan kimia terbesar di Jepang.

Kedengarannya tinggi. Ketika warga Jepang memilah sampah plastik dan membuangnya, mereka menganggap itu akan berubah menjadi produk plastik baru.

Namun, banyak dari sampah plastik itu tidak ditingkatkan menjadi produk baru karena kualitasnya terlalu rendah dan jumlahnya terlalu banyak. Mayoritas, 56% dibakar untuk menghasilkan energi.

Sampah plastik JepangSampah plastik di Jepang (Foto: CNN)

Proses tersebut dikenal sebagai daur ulang termal. Sampah plastik ini menghasilkan listrik tetapi juga menghasilkan emisi karbon dioksida yang buruk bagi lingkungan.

Sebagian kecil dari keseluruhan sampah plastik Jepang dikirim ke luar negeri untuk diproses kembali. Pada tahun 2018, Jepang adalah pengekspor sampah plastik terbesar di dunia.

Negeri ini mengirim lebih dari satu juta ton ke luar negeri. AS hanya mengirim hampir 900.000 ton saja. Mereka tak tahu pengolahan plastik di negara tujuan.

China kini melarang impor limbah plastik pada Agustus 2017. Limbah plastik menumpuk di Jepang, dan banyak fasilitas penyimpanan telah mencapai batasnya.

Pada 2017, Jepang mengekspor sekitar 75.000 ton sampah plastik ke China. Angka itu turun menjadi 45.971 ton pada tahun 2018, setelah adanya larangan dari Beijing.

Lalu, Jepang mengarahkan ekspor limbah plastik ke Taiwan, Malaysia, dan Thailand. Negara-negara itu kini sedang merencanakan pengurangan impor limbah plastik.

Orang-orang di Jepang biasanya berpikir bahwa mereka telah melakukan bagian mereka, yakni mencuci wadah plastik dan memilah sampah mereka dengan rapi. Namun pada kenyataannya, masalah sampah plastik terus tumbuh kecuali mereka tak menggunakannya lagi.

Masa depan sampah plastik di Jepang>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4
BERITA TERKAIT
BACA JUGA