Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Agu 2020 23:26 WIB

TRAVEL NEWS

Begini Protokol Kesehatan di Pameran Rajata Museum Sonobudoyo

Kristina
detikTravel
Protokol Kesehatan dan Sistem Keamanan Pameran Rajata Museum Sonobudoyo
Suasana di Museum Sonobudoyo Yogyakarta Foto: (Kristina/detikcom)
Yogyakarta -

Setelah sempat terhenti karena COVID-19, Gedung Pameran Temporer kembali digunakan untuk memamerkan berbagai koleksi museum yang tidak ada dalam pameran tetap. Pameran koleksi perak, Rajata digelar Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada 4-24 Agustus 2020.

Sejumlah protokol kesehatan diberlakukan dengan ketat. Setidaknya, ada lima hal yang harus dilakukan pengunjung ketika memasuki kawasan pameran. Kelima hal tersebut akan disampaikan oleh petugas penjaga pameran.

Pertama, sebelum memasuki pendaftaran, pengunjung wajib cuci tangan di tempat yang telah disediakan. Fasilitas tersebut ada di depan Gedung Pameran Temporer. Memasuki lobby gedung, pengunjung akan disambut oleh petugas yang meminta untuk melakukan cek suhu tubuh. Selain pengecekan suhu tubuh, dilakukan pula pemindai wajah menggunakan face record.

Protokol Kesehatan dan Sistem Keamanan Pameran Rajata Museum SonobudoyoProtokol Kesehatan dan Sistem Keamanan Pameran Rajata Museum Sonobudoyo Foto: (Kristina/detikcom)

"Kami melakukan cek suhu tubuh menggunakan face record. Tujuannya adalah kami bisa merekam siapa-siapa dan suhu tubuh berapa ketika mereka masuk pertama kali. Harus kelihatan wajahnya. Jadi seandainya kemudian ada informasi sekiranya ada pengunjung yang dicurigai atau misalnya hasil rapid testnya reaktif hasil swabnya positif, maka dalam kurun waktu yang bersamaan kami bisa memantau dari face record yang ada," ungkap Budi Husada, Kepala Seksi Bimbingan, Informasi, dan Preparasi Museum Sonobudoyo saat ditemui di lokasi pameran.

Protokol Kesehatan dan Sistem Keamanan Pameran Rajata Museum SonobudoyoProtokol Kesehatan dan Sistem Keamanan Pameran Rajata Museum Sonobudoyo Foto: (Kristina/detikcom)

Selanjutnya, pengunjung diminta untuk melakukan pendaftaran pengunjung secara online. Untuk menjaga kenyamanan kunjungan selama di ruang pameran dan alasan keamanan, tas wajib dititipkan di loker yang telah disediakan.

"Yang utama sebenarnya adalah meletakkan tas di loker. Jadi mereka ke dalam tidak boleh membawa tas," tambahnya.

Selama berada dalam ruang pameran, pengunjung diwajibkan untuk tetap mengenakan masker dan melakukan physical distancing.

"Kami pun sebetulnya juga ada suatu CCTV dari petugas tersembunyi. Kalau itu dari sistem keamanan. Jadi dalam sistem keamanan mereka bertugas memantau lewat CCTV dan juga ketika di dalam itu temen-temen satpam dibekali HT. Jadi, ketika mereka (pengunjung) tidak menerapakan physical distancing maka dari CCTV kontak dengan satpam, satpam yang akan jemput bola mendatangi pengunjung supaya menjaga jarak,"

Di samping itu, untuk menjaga keamanan koleksi, pihak museum menerapkan beberapa sistem diantaranya menggunakan bantuan CCTV dan juga pemasangan alarm. Pengunjung juga tidak tidak diperkenankan menyentuh benda koleksi.

"Jadi untuk melindungi koleksi kami juga memanfaatkan CCTV dan juga alarm-alarm yang ada yang sudah kita pasang di situ. Nanti kalau tangan melampaui batas yang sudah ada, alarm akan otomatis berbunyi," papar Budi.

Itu tadi protokol kesehatan dan sistem keamanan yang diterapkan selama berkunjung ke pameran Rajata. Terlepas dari itu, Budi juga berharap kepada para generasi muda untuk berkunjung ke museum mengingat museum, sekolah, dan perpustakaan merupakan bagian dari proses pendidikan di bangsa ini.

"Harapan kami Sonobudoyo sebagai salah satu lembaga pemegang pelestarian benda bersejarah itu sangat berharap sekali bahwa Museum Sonobudoyo tidak hanya sebagai tempat penyimpanan tapi juga sebagai tempat penelitian, tempat, pendidikan. Jadi harapan kami untuk generasi muda marilah kita semua berkunjung ke museum," tutupnya.



Simak Video "Karantina Dicabut, Museum Tertua di Rusia Kembali Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA