Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 08 Agu 2020 14:15 WIB

TRAVEL NEWS

Naik Roller Coaster Tak Boleh Teriak, Jepang Bikin Masker Ekspresif

Putu Intan
detikTravel
Naik Roller Coaster Tak Boleh Teriak, Jepang Bikin Masker Ekspresif
Foto: Youtube greenlandresort
Tokyo -

Pengunjung roller coaster sejumlah taman hiburan di Jepang dilarang berteriak. Namun kini mereka dapat mengenakan masker ekspresif seolah mereka berteriak.

Taman Hiburan Greenland di Prefektur Kumamoto Jepang menawarkan pengunjung mereka masker dengan stiker teriak. Masker ini dapat digunakan pengunjung merasakan sensasi naik roller coaster dengan lebih baik. Sebelumnya diketahui bahwa pengunjung roller coaster harus bungkam sepanjang perjalanan untuk mencegah penyebaran Corona.

Dikutip dari Sora News 24, Selasa (4/8/2020) terdapat 5 macam desain masker ekspresif yang ditawarkan. Kelimanya memiliki ekspresi yang berbeda-beda, ada yang berteriak ketakutan sampai berteriak bahagia.

Taman Hiburan Greenland mengunggah sebuah video yang memperlihatkan staf mereka menjajal masker tersebut. Selama naik roller coaster ia hanya berteriak di dalam hati. Tapi jika dilihat, ekspresi pada masker itu membuatnya seolah-olah menikmati naik turunnya kereta.

Setiap pengunjung diperkenankan memilih salah satu desain masker. Selain itu, ada sejumlah desain yang paling laris sehingga pengunjung harus beradu kecepatan dengan pengunjung lainnya.

Sebelumnya diberitakan pada akhir Mei 2020 bahwa sejumlah operator taman hiburan mewajibkan pengunjung roller coaster mengenakan masker. Mereka juga diharapkan menahan diri untuk berteriak keras di wahana-wahana taman hiburan seperti di Tokyo Disneyland dan Universal Studios Jepang.

Uniknya, salah satu taman hiburan Fuji Q-land bahkan sampai melombakan pengunjung yang sanggup hanya tersenyum sepanjang perjalanan roller coaster alih-alih berteriak atau ketakutan. Barangsiapa yang memberikan ekspresi lucu, akan diberi tiket gratis masuk taman rekreasi.

Nah, tak hanya pengunjung taman hiburan, aturan pencegahan penyebaran Corona juga wajib dipatuhi oleh staf di sana. Para staf juga dilarang berjabat tangan dan melakukan tos dengan pengunjung. Kemudian di wahana rumah hantu, para 'hantu' harus menjaga jarak dengan korbannya.



Simak Video "Warga Tak Bermasker di Lumajang Dihukum Push Up"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA