Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Agu 2020 20:16 WIB

TRAVEL NEWS

Objek Wisata di Klaten Boleh Buka, tapi Belum untuk Umbul Ponggok

Achmad Syauqi
detikTravel
umbul ponggok
Warga hanya bisa melihat umbul Ponggok dari luar pagar. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Seluruh objek wisata di Kabupaten Klaten sudah diizinkan buka. Namun untuk objek wisata tirta atau air, termasuk Umbul Ponggok belum diizinkan buka.

"Dan untuk kolam renang sementara ini mengacu pada instruksi gubernur belum diperbolehkan. Untuk Ponggok, Cokro dan lainnya masih menunggu kajian," jelas Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten, Sri Nugroho pada detikcom di Pemkab, Selasa (11/8/2020) siang.

Menurut Nugroho sambil menunggu instruksi lanjutan, Dinas saat ini tengah membuat kajian untuk membuka objek wisata air. Sebab di Klaten banyak umbul asli bukan kolam buatan.

"Kami sudah ada kajian tentang banyak umbul di Klaten yang airnya langsung dari alam dan bukan buatan. Menurut dokter nanti bagaimana, kalau air besar kan mengalir terus," lanjut Nugroho.

Untuk itu, sambung Nugroho, objek wisata air diminta bersabar menunggu hasil kajian. Termasuk kajian kadar air di kolamnya.

"Sementara Umbul Ponggok belum boleh buka, sambil menunggu instruksi lanjutan gubernur. Dan kami sudah mengajukan kajian kadar air ke dinas," jelas Nugroho.

Meskipun objek wisata kolam renang belum diizinkan, kata Nugroho, objek wisata lainnya sudah dibolehkan buka dengan mematuhi protokol COVID. Dinas sudah membuat surat edaran.

"Edaran sudah ada Kamis pekan lalu tapi objek wisata harus mentaati protokol COVID. Harus bertahap dengan pengunjung hanya 20-50 persen dan sementara hanya hari Sabtu dan Minggu dulu," imbuh Nugroho.

Kades Ponggok, Kecamatan Polanharjo Junaidi Mulyono mengatakan menerima keputusan Dinas tersebut. Jika belum boleh buka tetap pihaknya tidak akan buka.

"Kita tetap mengikuti protap gugus kabupaten. Kalau belum boleh buka ya tidak akan buka tetapi jika objek lainnya sudah bisa tapi kebijakan itu menurut saya absurd, tidak terintegrasi dengan baik," jelas Junaidi.

Menurut Junaidi kendala COVID sebenarnya bisa disiasati dengan mengukur pH air atau memakai klorin. Misalnya sebelum mandi bilas dulu dengan air sabun. "Itu kan bisa disiasati sebenarnya. Atau menggunakan protokol yang sudah disiapkan di Ponggok," pungkas Junaidi.

Kades Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Yoyok Kartiko menjelaskan objek wisata Bukit Cinta di wilayahnya sudah buka untuk wisatawan sejak empat hari lalu. Namun pengunjung masih belum seramai sebelum ada wabah COVID-19.

"Bukit Cinta sudah buka. Meskipun belum seramai sebelumnya dan kita siapkan protokol COVID-19 sesuai anjuran pemerintah. Baik alat cuci tangan, hand sanitizer sampai alat pelindung diri," jelas Yoyok pada detikcom.

Menurut Kades Paseban, Kecamatan Bayat , Eko Tri Raharjo objek wisata ziarah makam Sunan Bayat sudah buka setelah dicek dan disetujui satgas kabupaten. Namun tingkat kunjungan belum pulih. "Hanya ada satu sampai dua bus datang. Itupun tidak penuh penumpangnya sehingga masih sepi," kata Eko pada detikcom di kantornya.

Dijelaskan Eko, sepinya pengunjung karena masih takut dengan dampak COVID-19. Padahal di lokasi semua sarana dan prasarana protokol kesehatan COVID-19 sudah disiapkan. " Sarana dan prasarana sudah kami siapkan. Bahkan sudah dinilai tim kabupaten dan kecamatan tidak masalah buka karena kesiapan sudah 80 persen," terang Eko.



Simak Video "Toring, Soto Khas Klaten Anti Becek"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA