Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Agu 2020 21:17 WIB

TRAVEL NEWS

Luhut: Indonesia Kebanyakan Airline Hub, Cukup 6 atau 7 Saja

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Foto: Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Jakarta -

Indonesia dirasa memiliki terlalu banyak hub penerbangan. Untuk itu, Menko Luhut ingin agar hub tersebut dikurangi dan jadi lebih fokus.

"Kalau dari arahan presiden, sudah jelas saya melihat airline hub yang kita miliki terlalu banyak. Tadi saya singgung itu. Itu ada 30 landasan internasional, kenapa mesti 30? Dulu mungkin memang saya termasuk pak menteri perhubungan juga sama berpikirnya, tapi setelah ada kajian, 'Eh, apa nggak kebanyakan nih?" ucap Luhut dalam acara Webinar Kementerian Perhubungan 'Transportasi untuk Merajut Keberagaman', Jumat (14/8/2020).

Berdasarkan hasil studi, Luhut ingin mengurangi jumlah hub tersebut dari semula 30, bisa berkurang sampai tinggal 6-7 saja.

"Nah kita sekarang sedang mengkaji berapa landasan pesawat internasional sih di Indonesia yang benar. Sekarang ini ada 32 landasan kalau saya nggak keliru apa. Padahal kalau studinya kita lihat, mungkin hub-hub kita itu cukup 6 atau 7. Sekarang kita buat studi dulu," imbuh Luhut.


Meski dinilai kebanyakan hub penerbangan, Luhut ingin agar hub tersebut kalau bisa ada di negeri tercinta Indonesia, jangan sampai hub tersebut malah ada di negara tetangga seperti di Singapura atau Malaysia.

"Jangan hub kita harus di Singapura atau Kuala Lumpur atau dimana. Kalau bisa di Indonesia di Indonesia saja. Sama juga dengan pelabuhan laut, sehingga cost kita bisa lebih rendah 35% misalnya. Ini juga sedang kita kaji semua," kata Luhut.


Luhut merasa banyaknya hub itu justru yang menikmati adalah orang lain. Luhut ingin agar ketika hub itu dikurangi, sehingga Indonesia bisa jauh lebih hebat.

"Malah yang bikin kebanyakan itu yang menikmati orang lain. Sekarang kita bikin lebih kecil, jadi kita menjadi pusat. Kalau orang mau datang melalui Medan, melalui Jakarta, melalui misalnya Jogja, Bali, Makassar, nanti Manado itu saja yang mau kita lihat. Sehingga dengan konsentrasi itu kita akan jauh lebih hebat. Tapi studi ini sedang kita buat, kita berharap dalam bulan depan bisa selesai," pungkas Luhut.

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA