Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 31 Agu 2020 23:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Buat Imaginesia untuk Bantu Fotografer saat Pandemi

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf Syaifullah saat memberikan arahan di depan para fotografer di Eastparc Hotel, Sleman, Senin (31/8/2020)
Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf Syaifullah. (Foto: Jauh Hari Wawan/detikcom)
Sleman -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat program untuk membantu fotografer saat pandemi Corona. Bentuknya sebuah kegiatan bertajuk Program Inkubasi Capture. Selain itu kementerian berencana untuk membuat satu platform digital.

"Acara Inkubasi Capture ini adalah rangkaian dari acara program photopreneur, kita mau membangun kewirausahaan dan profesionalisme di kalangan fotografer nasional dari level menengah hingga mau profesional," kata Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf Syaifullah seusai membuka acara Program Inkubasi Capture di Eastparc Hotel, Sleman, Senin (31/8/2020).

Syaufullah tak menampik jika dalam masa pandemi ini, pekerja seni terutama fotografer terdampak. Banyak proyek yang dibatalkan atau ditunda. Akibatnya tak ada pemasukan.

"Pasti job banyak dibatalkan. Tapi problemnya ketika sudah banyak yang bayar DP minta balik itu yang jadi masalah. Sehingga mereka mau dapat uang dari mana," ungkapnya.

Menurutnya, dari kementerian ada dana yang bisa digunakan untuk membantu para fotografer. Namun, permasalahannya yaitu tidak ada data pasti berapa fotografer yang terdampak.

"Selama ini, kita tidak punya datanya, berapa yang terdampak. Apalagi bantuan itu harus ada data melalui NIK, kalau kita saja nggak dapat mau bagaimana. Itu kesulitan kita untuk memberikan bantuan kepada pekerja seni," bebernya.

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf Syaifullah saat memberikan arahan di depan para fotografer di Eastparc Hotel, Sleman, Senin (31/8/2020)Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi Kemenparekraf Syaifullah saat memberikan arahan di depan para fotografer di Eastparc Hotel, Sleman, Senin (31/8/2020). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Oleh karena itu, saat ini kementerian tengah mengembangkan satu platform digital yang menjadi wadah untuk fotografer nasional. Syaifullah menyebut platform itu layaknya shutterstock.

"Itu kita lagi kerjakan seperti platform digital seperti shutterstock tapi khusus fotografer nasional. Mudah mudahan dalam beberapa bulan ini bisa selesai, kami beri nama Imaginesia," terangnya.

"Jadi kalau foto itu masuk ke platform digital bisa dibeli orang sehingga terus mendapat pemasukan. Termasuk untuk video," tambahnya.

Mekanismenya, kata dia, nanti setiap fotografer didata identitasnya. Pendataan ini juga bertujuan untuk memudahkan kementerian dalam memberikan bantuan.

"Setiap yang mau masuk ke platform digital kita, pertama harus kita data identitasnya, portofolio seperti apa, alat yang dia punya," jelasnya.

"Karena saat sudah ada data ketika keadaannya seperti ini saya bisa memberikan bantuan, kalau saya bisa verifikasi datanya saya bisa memberikan lembaga keuangan untuk memberikan bantuan alat," kata dia menambahkan.

Lebih lanjut, Syaifullah ingin agar setiap fotografer punya jiwa kewirausahaan dan bisa profesional. Oleh karena itu, model inkubasi ini tidak hanya dilakukan satu kali.

"Paling tidak teman-teman fotografer punya jiwa kewirausahaan. Ketika mau masuk dunia profesional apa sih yang dibutuhkan. Inkubasi ini tahun depan akan kami adakan lagi khusus level beginner," tutupnya.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA