Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Sep 2020 12:35 WIB

TRAVEL NEWS

Tradisi Saparan Jatinom Klaten Tahun Ini Ditiadakan

Achmad Syauqi
detikTravel
Kerumunan saat berebut kue apem Saparan tahun lalu
Tradisi berebut apem atau Saparan Jatinom Klaten 2019 (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Tradisi sebaran kue apem atau Saparan Yaa Qowiyyu di Kecamatan Jatinom, Klaten tahun ini ditiadakan. Acara tahunan ini biasanya dihadiri puluhan ribu orang.

Peniadaan acara itu untuk mencegah penyebaran COVID-19. Acara Saparan akan diganti formatnya menjadi online atau virtual streaming.

"Tahun ini sebaran apem tidak ada sebab kita masih dalam kondisi pandemi COVID yang belum mereda. Kita berupaya mengantisipasi penyebaran dengan meniadakan kerumunan," ungkap Camat Jatinom Wahyuni Sri Rahayu pada detikTravel di kantornya, Jumat (11/9/2020) siang.

Dikatakan Wahyuni rapat sudah digelar dengan pengelola pelestari peninggalan Ki Ageng Gribig (P3KAG), kecamatan, dinas pariwisata dan dinas kominfo. Rapat memutuskan sebaran apem tidak diadakan tetapi tetap ada kegiatan.

"Kegiatan haul tetap ada tetapi terbatas pengurus. Sebaran apem seremonial juga ada tetapi hanya pengurus maksimal 50 orang," lanjut Wahyuni.

Menurut Wahyuni, kegiatan lainnya berupa zikir dan tahlil sampai midodareni tetap ada tetapi terbatas maksimal 50 orang. Bahkan jika ada masyarakat ingin menyumbangkan kue apem tetap diterima panitia.

"Sumbangan kue dari masyarakat tetap diterima panitia. Nantinya kita bagikan ke masyarakat melalui kurir tanpa berebut di puncak kegiatan," jelas Wahyuni.

Rangkaian acara yang terbatas maksimal 50 orang itu, imbuh Wahyuni akan disiarkan virtual melalui YouTube. Masyarakat bisa menyaksikan tanpa harus mudik ke Jatinom.

"Jadi nanti (Saparan) dibuat virtual. Kami sudah menyiapkan semua sarana dan prasarana bersama Dinas Kominfo untuk pelaksanaannya," kata Wahyuni.

Selain agenda sebaran yang setiap tahun dihadiri sekitar 30.000 orang, sambung Wahyuni, untuk stand UMKM juga ditiadakan. Sebab jika dibuka, satu saja akan memancing kerumunan lain.

"Kalau ada satu diizinkan atau beberapa saja. Kita khawatir ada kerumunan dan itu rawan penyebaran COVID-19," tambah Wahyuni.

Sesuai agenda, papar Wahyuni, pembukaan dilaksanakan tanggal 24 September 2020. Puncak acara tanggal 1 dan 2 Oktober hari Kamis dan Jumat.

"Malamnya zzikir dan tahlil dan siangnya simbolis penyebaran kue apem dan semua terbatas oleh panitia saja tidak ada pengunjung dari luar" pungkas Wahyuni.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten, Sri Nugroho, mengatakan Saparan yang dihadiri masyarakat umum ditiadakan.

"Untuk acara Saparan yaqowiyyu sementara tahun 2020 ditiadakan. Hal itu mengingat klaster kerumunan sangat rawan sekali penyebaran COVID," kata Nugroho.



Simak Video "Water Gong, Ketika Sungai Kotor Disulap Jadi Wisata Penuh Ikan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA