Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Sep 2020 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Larang Tamu di Atas 100 Kg, Pemilik Airbnb di Inggris Dikecam

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Penginapan di Inggris.
Foto: Ilustrasi penginapan di Inggris (dok Independent Cottages)
Kent -

Dua pemilik penginapan Airbnb di Inggris dikecam dan dituduh fobia orang gendut. Itu setelah melarang tamu dengan berat di atas 100 kg menginap di sana.

Ada aturan yang dianggap diskriminatif yang ditetapkan oleh pemilik penginapan Bobbit's Lair di kota Sandwich, Kent, Inggris. Aturan tersebut berbunyi, tamu dengan berat badan di atas 100 Kg tidak diizinkan untuk menginap.

Aturan penginapan yang di-listing dalam Airbnb tersebut jelas diprotes oleh banyak orang. Sang pemilik penginapan, Marcus Farkas, dan pasangannya, Zsuzanna, pun dihujat habis-habisan oleh Netizen.

Mereka dianggap kasar dan dituduh fobia terhadap orang dengan tubuh gendut. Salah satu yang menghujat adalah Lindsay McGlone, aktivis 'Body Positivity' berusia 22 tahun, yang kemudian memviralkan aturan tersebut di Instagramnya.

"Menyebut berat badan secara spesifik adalah 'fatphobic' alias mendiskriminasi orang dengan tubuh besar. Mereka menyebut tidak ingin ada orang gendut di penginapan mereka. Mereka juga tidak mau mengambil uang dari orang gendut," kata McGlone seperti dikutip dari Daily Telegraph, Selasa (159/2020).


McGlone bahkan melaporkan Marcus dan Zsuzanna kepada pihak Airbnb. Padahal, bukan begitu maksud pasangan tadi mencantumkan aturan tersebut di penginapan mereka.

Alasan mereka adalah karena penginapan tersebut kayunya sudah sangat tua, sehingga ditakutkan tamu dengan berat di atas 100 Kg akan merusak bangunan penginapan tersebut.

"Tukang saya bilang, kalian harusnya tidak menyewakan penginapan ini untuk orang dengan badan besar. Kami pun menyetujuinya. Sayangnya, ada orang-orang yang tersinggung. Saya mengerti, orang bisa gampang tersinggung dengan kenyataan yang pahit," Marcus mengungkapkan.


Sementara itu, pihak Airbnb menyebut tindakan diskriminasi tidak dibenarkan dalam platform mereka. Akhirnya untuk sementara penginapan milik Marcus disuspend sampai proses investigasi dinyatakan selesai.

"Kami mendorong kebijakan non-diskriminasi, jika ada tamu yang merasa didiskriminasi, kami akan menyediakan dukungan penuh untuk memastikan mereka menemukan tempat untuk menginap," ujar pihak Airbnb.



Simak Video "Bermalam di Suasana Pedesaan Bali yang Eksotis"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA