Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Sep 2020 20:38 WIB

TRAVEL NEWS

India Bangun Terowongan, Agar Lebih Dekat dengan Perbatasan China

Putu Intan
detikTravel
Terowongan Himalaya
Foto: Terowongan Himalaya (AFP)
New Delhi -

Memanasnya hubungan India-China karena sengketa perbatasan, mendorong India untuk membangun terowongan yang membelah Himalaya. Tujuannya agar pasukan militer lebih dekat dengan perbatasan China itu.

Dilansir dari AFP, Jumat (18/9/2020) pembangunan terowongan itu sudah hampir selesai. Terowongan sepanjang 50 kilometer itu dibangun di kawasan Himachal Pradesh, melewati jalur pegunungan bersalju yang sering mengalami longsor.

Pembangunan terowongan ini menelan dana sebesar USD 400 juta atau sekitar Rp 5,8 triliun. Dengan adanya terowongan ini, perjalanan pasukan tentara tak akan terkendala cuaca.

Terowongan ini ditargetkan akan selesai paling cepat akhir September ini. Jika sudah siap, perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu 4 jam dapat menjadi hanya 10 menit.

"Ada saatnya di rute tersebut jika menggunakan jalur biasa, kendaraan mogok dan menyebabkan kemacetan lalu lintas selama enam hingga delapan jam," kata Kepala Organisasi Jalan Perbatasan (BRO) India, Letnan Jenderal Harpal Singh.

"Terowongan ini dan rencana pembangunan infrastruktur lainnya diubah bagi keperluan pasukan," ia melanjutkan.

Pembangunan terowongan tersebut dilakukan karena sebelumnya terjadi bentrokan antara pasukan dua negara di perbatasan kedua negara dengan penduduk terpadat di dunia itu. Dalam insiden yang terjadi pada 15 Juni 2020 tersebut, sebanyak 20 tentara India tewas.

Akibat kejadian itu, baik India maupun China berlomba untuk membangun infrastruktur militer. Selain terowongan, India juga sedang membangun helipad.

Di sisi lain, China tengah membangun gudang senjata, tenda komando, dan menyiagakan beberapa mobil peluncur rudal. Selain itu, kedua negara juga menambah personel tentara di sepanjang aliran sungai Lembah Galwan yang disengketakan.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA