Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Sep 2020 10:04 WIB

TRAVEL NEWS

Viral Perempuan Curhat Dilecehkan di Bandara dengan Modus Rapid Test

Femi Diah
detikTravel
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita bikin geger di Twitter. Dia mencuit dilecehkan dan diperas dengan modus rapid test di Bandara Soekarno Hatta.

Perempuan itu mencuit lewat akun @listongs pada Jumat (18/9/2020) dan menjadi viral. Hingga saat ini, cuitan itu 6,6 ribu retweet dan 19,2 ribu tanda like.

Wanita itu menyebut dilecehkan dan diperas oleh pria yang mengaku sebagai tenaga kesehatan yang bertugas melakukan rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (13/9/2020) sebelum penerbangan pukul 06.00.

Dia menyebut pria yang yang mengaku dokter itu bernama Eko Firstson Yuswardinata S. Nama pria itu diketahui lewat rekening pengiriman uang senilai Rp 1,4 juta yang disebut sebagai biaya pengubahan data hasil rapid test. Selain dimintai uang, @listong juga dilecehkan secara seksual.

Perempuan yang dari keterangan transfer itu bernama Lisany Haq Istiqomah itu mengunggah beberapa bukti peristiwa itu. Di antaranya, foto keterangan hasil rapid test, bukti transfer melalui m banking kepada dokter, dan bukti percakapan melalui WhatsApp.

detikcom telah berupaya untuk menghubungi pemilik akun @listongs, namun belum direspons. Begitu pula dengan pengelola Bandara Soekarno Hatta, Angkasa Pura II.

@listongs mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada kepolisian, namun belum ada proses lanjutan sejak dia melaporkannya.

Berikut sebagian pengakuan Lisany, seperti disalin dari thread cuitan di akun Twitternya pada Jumat (18/9/2020):




"Sebenernya dari kemarin2 mau bikin thread ini maju-mundur, takut kenapa2. tapi karena laporan aku belum ada yang diproses, jadi yaudah lapor ke netizen aja. Pada hari minggu, 13 September 2020, aku mau pergi ke Nias Sumut dari Jakarta."

"Karena belum sempat melakukan rapid test di hari sebelumnya, jadi aku berencana untuk melakukan rapid test di bandara. Flightku jam 6 pagi, jadi sekitar jam 4 pagi aku udah sampai terminal 3 untuk melakukan rapid test. Aku test rapid-nya di tempat resmi yang sudah disediakan oleh bandara soetta (bukan yang dari traveloka/tiket.com)."

Setelah dipanggil untuk menerima hasil rapid test, perempuan itu mendapatkan tawaran yang mengejutkan dari petugas.

"Habis itu dokternya nanyain, "kamu jadi mau terbang gak?" di situ aku bingung kan, hah kok nanya nya gini.... terus aku jawab lah "lah emangnya bisa ya, pak? kan setau saya ya kalo reaktif ga bisa lanjut travel". Habis itu dokternya bilang "ya bisa nanti saya ganti data-nya."

Selain itu, pria tersebut menawarkan rapid test ulang dengan biaya Rp 150 ribu. Dia setuju untuk mengulang rapid test dan hasilnya, nonreaktif.

Saat mengambil hasil rapid test itulah pria itu meminta uang yang kemudian muncul angka Rp 1,4 juta. Setelah itu, pria tersebut mulai mencium dan meraba payudara Lisany.

"Untuk kasus pelecehan seksualnya aku gakada bukti, cuma ada chat whatsappnya dia, sengaja gak aku block biar masih bisa masuk chatnya."



Simak Video "Terungkap! Fakta Baru Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA