Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Sep 2020 17:42 WIB

TRAVEL NEWS

Ridwan Kamil: Surat Nikah-Cerai Sukarno Idealnya Diberikan ke Negara

Yudha Maulana
detikTravel
detikTravel pernah mengunjungi rumah bersejarah Inggit Garnasih yang ada di Jalan Ibu Ingggit Ganarsih No 8, Kecamatan Astanaanyar, Minggu 2 Februari 2020 lalu bertepatan dengan acara Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih ke-6.
Rumah Inggit Garnasih. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara soal surat nikah dan cerai Sukarno dengan Inggit Garnasih. Menurutnya, isu dijualnya dokumen pribadi dari sang proklamator itu telah lama muncul, bahkan sejak ia masih menjabat sebagai Walikota Bandung.

"Itu pernah mengemuka di zaman saya wali kota, cuma kan membeli barang itu kalau pakai uang negara standarnya kan itu tidak sederhanalah kira-kira begitu, memang belum ada kesepakatan, tapi kita akan terus berupaya," ujar sosok yang akrab disapa Kang Emil itu di Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (25/9/2020).

Kang Emil mengatakan, sesuatu yang bernilai sejarah itu sedianya harus ikhlas diberikan kepada institusi kenegaraan untuk dirawat. Kalau pun ada kompensasi, seharusnya nilai yang dipatok tidak bersifat subjektif.

"Tapi terus akan kita komunikasikan, idealnya adalah bisa diberikan kepada negara, kemudian dikompensasi yang seadil-adilnya sesuai aturan, dan disimpan di rumah bersejarah Inggit Garnasih di Ciateul. Saya kira upaya itu akan terus kami lakukan," ujarnya.

Seperti diketahui dokumen pernikahan dan perceraian Sukarno saat ini disimpan oleh Tito Asmarahadi. Tito merupakan cucu angkat dari Inggit Garnasih, ia merupakan anak dari Ratna Juami yang merupakan keponakan dari Inggit.

Surat itu, diterima Tito dari Inggit secara langsung pada awal tahun 1980-an. Di balik surat itu terdapat wasiat dari Inggit, bila dokumen itu terjual, maka uang dari hasil penjualan dokumen tersebut dipakai untuk membangun rumah sakit bersalin atau sekolah.

Kabar dari akan dijualnya dokumen tersebut, sebelumnya mencuat kembali setelah akun Instagram @popstoreindo mengunggah tayangan dokumen tersebut pada Rabu (23/9) lalu. Namun, belakangan tayangan tersebut dihapus oleh sang pemilik akun karena dinilai membuat gaduh.

Tito sendiri tak sembarangan menunjukkan dokumen pribadi presiden pertama Indonesia itu, sesekali dokumen itu hanya dipajang dalam pameran untuk menyatakan kebenaran bahwa Sukarno pernah memperistri Inggit Garnasih, yang tak lain ibu kostnya saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng, yang kini merupakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Dan selain itu juga ada surat perceraian yang ditandatangani oleh Bung Karno dan Bu Inggit, Ki Hadjar Dewantara dan Kiai Haji Mas Mansyur.

Mungkin benda ini adalah benda historis apalagi menyangkut seorang tokoh bangsa, jadi benda ini bukanlah benda negara," katanya.

Isu dijualnya dokumen itu, ujar Tito, sudah beberapa tahun yang lalu terlontar. Gubernur Jawa Barat periode 1993 - 1998 Nuriana pun pernah meminta dokumen tersebut untuk diselamatkan. Ia pun setuju, namun dengan kompensasi karena Inggit menitipkan wasiat khusus kepadanya jika surat itu terjual.

Namun akhirnya rencana Nuriana itu batal meski sudah memasukkan alokasi belanja dokumen itu ke dalam RAPBD Jabar. Tak berhenti di situ, sejumlah kolektor dari luar negeri pun sempat menawar dengan kompensasi Rp 100 miliar, tetapi ia tolak.

Tito pun mengharapkan itikad baik pemerintah untuk menyelamatkan dokumen tersebut, dan memberikan kompensasi yang sesuai untuk menunaikan wasiat Inggit yaitu mendirikan fasilitas umum seperti rumah sakit bersalin dan sekolah dasar.

"Kita ingin ada kompensasi juga memang ada keinginan atau wasiat dari Bu Inggit buat klinik untuk lahiran dan sekolah dasar, dulu untuk pembuatan rumah sakit bersalin dan sekarang juga ada yayasan untuk mengurusi itu, jadi memang untuk kepentingan masyarakat juga karena memang wasiat dari Bu Inggit," katanya.



Simak Video "Surat Nikah-Cerai Sukarno Bakal Diserahkan ke Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA