Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 26 Sep 2020 05:31 WIB

TRAVEL NEWS

Profesi Pilot di Tengah Pandemi dan Jangan Pamer Boarding Pass

Tim detikcom
detikTravel
Ilustrasi pilot.
Foto: (Andrew Harrer / Bloomberg via Getty Images)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat profesi pilot makin tak tentu. Profesi yang dahulu prestisius ini tak lagi dapat menjamin hidup.

Tak sedikit maskapai di AS yang berjuang untuk bertahan di tengah pandemi virus Corona, di mana kondisi tersebut juga berimbas pada banyak pilot. Pada Kamis pekan lalu (16/9), perwakilan eksekutif dari maskapai besar AS telah bertemu dengan salah satu petinggi Gedung Putih, Mark Meadows untuk meminta dana darurat.

Jumlah penumpang pesawat di AS juga turun drastis, dari yang sebelumnya 2,3 juta penumpang di awal Maret menjadi 90 ribu penumpang di pertengahan April ketika kebijakan lockdown mulai diterapkan.

Kini, dunia penerbangan mulai melakukan penyembuhan. Hanya saja, jumlahnya masih kurang dari setengah penumpang di masa sebelum pandemi.

Saat ini, mayoritas dana operasional sejumlah maskapai di AS dibiayai oleh program Payroll Support yang dikeluarkan Pemerintah AS di bulan Maret. Atas kesepakatan tersebut, maskapai berjanji untuk tidak melakukan PHK hingga 1 Oktober 2020.

Target itu dibuat sedemikian rupa, dengan harapan COVID-19 dapat dikontrol di musim gugur tahun ini. Namun, hingga saat ini kondisi masih tak kunjung membaik.

"Kita memerlukan penumpang. Profesi kami saat ini tidak menjamin," ujar Marc Himelhoch, pilot veteran maskapai American Airlines.

Di luar profesi pilot, kini publik masih takut untuk terbang. Sementara itu, pembuat kebijakan dan pakar penerbangan belum sepakat perihal bagaimana cara menyelamatkan industri penerbangan AS. Termasuk para pekerja yang tergantung di dalamnya. Padahal, pihak International Air Transport Association menyebut kalau dunia penerbangan tak akan pulih hingga tahun 2024.

Kondisi pandemi memang telah menghilangkan prestige yang dahulu menyertai profesi pilot. Diketahui, pilot di AS saat ini hanya dibayar sekitar USD 1.500 atau setara dengan Rp 22 juta per bulan. Jauh dari gaji sebelum pandemi di tahun 2019 yang bisa mencapai USD 174 ribu.

Mayoritas, pilot di AS saat ini tengah berjuang untuk mengurangi pengeluaran dan lainnya. Kondisi disebut bisa makin memburuk setelah tenggat 1 Oktober mendatang.

Itulah berita detikTravel terpopuler sepanjang Jumat kemarin (25/9/2020). Kemudian juga ada imbauan untuk tidak pamer boarding pass di medsos demi keamanan diri.

Berikut berita terpopuler lengkapnya:



Simak Video "Perpanjangan Visa AS Bisa Diajukan Tanpa Wawancara "
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA