Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Okt 2020 14:18 WIB

TRAVEL NEWS

Pejabat FAA Soal B737 Max: Masih Perlu Banyak Perbaikan

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Dozens of grounded Boeing 737 MAX aircraft are seen parked in an aerial photo at Boeing Field in Seattle, Washington, U.S. July 1, 2019. Picture taken July 1, 2019. REUTERS/Lindsey Wasson
Puluhan pesawat Boeing 737 Max di Boeing Field Seattle (Foto: REUTERS/Lindsey Wasson)
Seattle -

Pesawat Boeing 737 Max masih dikandangkan hingga saat ini. Dalam hasil uji terbaru, salah seorang kepala FAA mengatakan bahwa masih diperlukan perbaikan di sana-sini.

Diberitakan CNN, perbaikan pesawat Boeing 737 Max diungkap oleh Kepala Administrasi Penerbangan Federal, Steve Dickson. Ia menyatakan beberapa saran untuk perubahan terbaru bagi Boeing 737 Max.

Steve telah mengemudikan pesawat tersebut pada hari Rabu kemarin. "Saya menyukai apa yang saya lihat di penerbangan," kata mantan pilot sebuah maskapai penerbangan dan ia menerbangkan 737 versi sebelumnya.

"Itu tidak berarti saya tidak memiliki beberapa pertanyaan untuk ke depannya," imbuh dia setelah menerbangkan pesawat itu selama dua jam dari Boeing Field di Seattle.

Dickson mengatakan dia ingin melihat perubahan "tidak begitu banyak dalam prosedur, tetapi dalam narasi yang menjelaskan prosedur."

Regulator federal masih mengevaluasi perubahan keselamatan yang diusulkan Boeing. Desain sebelumnya telah menyebabkan dua kecelakaan fatal di yang menewaskan 346 orang dan membuat pesawat itu di-grounded di seluruh dunia pada Maret 2019.

Penghentian selama 18 bulan telah merugikan Boeing setara USD 18 miliar. Dan telah melewatkan serangkaian target tanggal untuk mendapatkan persetujuan agar pesawat dapat mengangkut penumpang kembali.

Sebelum pandemi COVID-19, pesawat Boeing 737 Max telah menunggu persetujuan terbang pada pertengahan tahun ini. Tapi, pandemi dan penurunan frekuensi penerbangan menyebabkan hampir semua maskapai memarkir sebagian besar pesawat mereka.

Momen ini juga mengurangi kesempatan Boeing untuk memenangkan persetujuan agar pesawatnya bisa terbang lebih cepat.

Di sisi lain, Dickson mengatakan kepada wartawan bahwa penerbangannya itu bukan aksi publisitas.

"Penting bagi saya untuk memahami pelatihan dan penanganan pesawat," kata Dickson, yang bersiap dalam simulator penerbangan dan menerbangkan pesawat yang sebenarnya bersama pilot dari perusahaan Boeing.

Dia juga mengatakan masih adanya kekhawatiran tentang keselamatan pesawat yang dicapai pada awal bulan ini oleh insinyur keselamatan FAA sendiri dan sedang dipertimbangkan oleh pejabat untuk mengesahkan pesawat tersebut.

Para insinyur keselamatan, dalam sebuah dokumen yang diserahkan ke FAA oleh serikat mereka, mengatakan diperlukannya pekerjaan tambahan sebelum pesawat tersebut terbang yakni pembersihan menyeluruh.

Sebuah laporan yang disiapkan untuk bulan ini oleh para penyelidik dengan House Transportation Committee mempertanyakan cara badan tersebut meninjau keamanan pesawat hingga sertifikasi awalnya pada tahun 2017.

"Masalahnya adalah (Boeing) itu patuh tetapi tidak aman, dan orang-orang meninggal (di Boeing 737 Max)," kata Ketua House Transportation Committee, Peter DeFazio.

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA