Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 05 Okt 2020 14:43 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Isu Penutupan, Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Anjlok

Faizal Amiruddin
detikTravel
Indahnya Langit Pantai Pangandaran Memasuki Musim Kemarau
Foto: Pantai Pangandaran (Faizal Amiruddin/detikcom)
Pangandaran -

Akibat adanya isu penutupan, kunjungan wisatawan ke pantai Pangandaran dikabarkan anjlok. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menegaskan tidak ada penutupan.

Keputusan itu ditegaskan oleh Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan pada Senin (5/10/2020).

"Kami ingin klarifikasi bahwa isu yang berkembang bahwa objek wisata pantai Pangandaran akan ditutup itu tidak benar. Kami dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat tidak ada statement, keputusan bahkan rencana untuk menutup objek wisata Pangandaran. Baik karena alasan pandemi Corona maupun terkait kajian para ahli mengenai potensi tsunami," kata Dani.

Dani menjelaskan untuk saat ini tak mungkin pemerintah menutup aktivitas pariwisata yang menjadi sentra kehidupan ekonomi ribuan masyarakat Pangandaran.

"Level kewaspadaan penyebaran COVID-19 di Pangandaran masih terkendali. Kemudian mengenai potensi tsunami tak ada satu pihak pun yang bisa memprediksi kapan dan dimana akan terjadi. Jadi tidak mungkin pemerintah menutup objek wisata Pangandaran," kata Dani.


Sebelumnya beredar kabar bahwa pemerintah akan menutup kembali objek wisata pantai Pangandaran. Kabar ini menyebar di media sosial, banyak masyarakat yang mempertanyakan kebenaran isu penutupan pantai Pangandaran. Banyak pedagang dan pelaku wisata yang resah akibat beredarnya kabar itu.

Situasi ini diperparah oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada akhir pekan kemarin atau Sabtu-Minggu (3-4/10/2020). Data wisatawan pantai Pangandaran yang tercatat oleh Pemkab selama dua hari itu sebanyak 16.695 orang.

Padahal akhir pekan sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan ke pantai Pangandaran tercatat 34.800. Apalagi jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan pekan-pekan sebelumnya yang berada di kisaran angka 50 ribu sampai 60 ribu wisatawan.


Yusup, pedagang makanan di sekitar pantai barat Pangandaran mengaku merasakan betul dampak penurunan kunjungan wisatawan.

"Kacaulah, dagangan sepi. Sudah isu Corona, isu tsunami sekarang isu apalagi," keluh Yusup.

Dia juga menyayangkan lambatnya respon pemerintah dalam meluruskan isu penutupan yang beredar sejak awal pekan.

"Harusnya oleh pemerintah buru-buru direspon, dibuat klarifikasi, jadi calon wisatawan tahu kalau itu berita bohong," kata Yusup.


Yusup menduga isu penutupan pantai itu akibat adanya 2 warga Desa Pangandaran. Kemudian kasus Corona itu direspon Pemkab Pangandaran dengan menutup sementara 7 sekolah yang ada di desa tersebut.

"Mungkin karena sekolah ditutup, disangkanya pariwisata pun akan ditutup," kata Yusup.

Mengenai adanya 2 orang warga Desa Pangandaran yang positif Corona dibenarkan oleh juru bicara gugus tugas COVID-19 Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki.

"Ya ada dua warga di desa Pangandaran yang positif. Sudah ditangani," kata Yani. Kedua warga itu diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Kota Tasikmalaya dan kini sudah menjalani perawatan di RSUD Pandega Pangandaran," pungkasnya.



Simak Video "Usai Gempa M 5,6, Pengunjung di Pantai Pangandaran Masih Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA