Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 21:33 WIB

TRAVEL NEWS

Pertama Kali Dalam 1.200 Tahun, Venesia Berhasil Mencegah Banjir

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Pintu air Venesia
Foto: Venesia kini tak tergenang banjir saat ada 'Acqua Alta' (AFP/Getty Images)
Venesia -

Setelah selama 1.200 tahun selalu dilanda banjir, kini Venesia memiliki pintu air pertama yang bisa mencegah genangan.

Dikutip dari travel+leisure, oleh detikcom, 'Acqua alta' atau air tinggi di laguna Venesia setiap tahunnya membanjiri jalanan kota. Biasanya, genangan air terlihat di antara bulan Oktober dan Maret, terutama di dua wilayah kota yang paling rendah dan paling sering dikunjungi. San Marco dan wilayah di sekitar Rialto.

Menurut CNN, beberapa tahun terakhir, frekuensi genangan telah meningkat karena perubahan iklim. Pada November 2019, hampir 90% kota mengalami banjir dengan banjir mencapai 187 cm. Namun tahun ini, setelah pemasangan 78 pintu air, genangan mampu diatasi.

"Ini adalah hari bersejarah di Venesia," kata Walikota Venesia Luigi Brugnaro.

Pintu air tersebut telah diuji beberapa kali selama musim panas. Pekan ini merupakan pertama kalinya pengujian yang dilakukan dalam cuaca yang mengancam.

Pintu air VenesiaPintu air Venesia Foto: (AFP/Getty Images)

"Bahkan tidak ada genangan di Lapangan Santo Markus," kata Direktur Departemen Venesia yang memantau air pasang.

Disebut sebagai proyek MOSE, pintu air Venesia telah dirancang sekitar empat dekade lalu. Sedangkan konstruksi dimulai pada tahun 2003.

Tapi ada berbagai hambatan yang menunda proyek tersebut yaitu serangkaian kasus korupsi, pembengkakan biaya hingga penentangan dari kelompok konservasi. Proyek ini pun terkenal dengan skandal suap pada tahun 2013 yang menyebabkan penangkapan walikota Venesia kala itu diikuti dengan puluhan politisi dan pengusaha.

Banjir lebih dari lima kaki yang terjadi di Venesia tahun lalu telah menyebabkan kerusakan sekitar USD 5,5 juta atraksi bersejarah kota, salah satunya Basilika Santo Markus. Untuk menghindari hal ini kembali terjadi di tahun-tahun berikutnya, kota ini pun juga mempertimbangkan untuk memasang penghalang kaca setinggi empat kaki di alun-alun utama.

Komisaris khusus MOSE, Elisabetta Spitz mengungkapkan bahwa pintu air hanyalah langkah mendasar untuk melindungi kota dari laguna. Proyek lainnya berupa peninggian trotoar di area terendah kota, yaitu hingga 110 cm dan tembok pertahanan permanen yang akan selesai pada 2021.

Pintu air VenesiaPintu air Venesia Foto: (AFP/Getty Images)

Sampai saat itu, disepakati bahwa pembatas akan dinaikkan setiap kali air mencapai 130 cm. Namun saat kota mengambil alih, pintu air akan naik saat genangan mencapai 110 cm.

"Kami menemukan situasi yang sulit dan perlahan. Perlahan, kami dapat menyelesaikan banyak hal," kata komisaris proyek, Giuseppe Fiengo kepada New York Times.

"Yang penting, hari ini, untuk pertama kalinya dengan air yang tinggi, Venesia tidak banjir," tambahnya.



Simak Video "Minggu Pagi, 3 Pintu Air di Jakarta Berstatus Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA