Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Okt 2020 07:42 WIB

TRAVEL NEWS

Rekor! Tahun Ini, September Jadi Bulan Terpanas

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Kebakaran di California AS
Kebakaran di California AS (Foto: CNN)
Jakarta -

Bulan September lalu menjadi bulan terpanas sepanjang tahun ini. Bahkan, memecahkan rekor dari tahun sebelumnya.

Diberitakan CNN, fakta itu diumumkan oleh Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa. Suhu rata-rata bumi 0,05 derajat Celcius lebih hangat dari rekor sebelumnya. Panas membara itu merata di Eropa, Australia, Timur Tengah dan beberapa negara lainnya.

Dari sembilan bulan yang telah berlalu di tahun ini, tiga bulan terakhir telah memecahkan rekor global untuk suhu rata-rata dengan pengukuran Copernicus. Itu adalah tren berbahaya.

Tingkat suhu ini telah diperingatkan oleh kelompok internasional akan menghancurkan bumi. Rekor baru September didorong oleh cuaca sangat panas yang menyentuh di hampir setiap benua.

Eropa sendiri mengalami suhu terpanas sepanjang bulan September, dengan panas yang memecahkan rekor ada di pertengahan bulan di Prancis dan cuaca yang sangat panas ada di dekat Laut Hitam. Timur Tengah juga mengalami panas terik, rekor suhu tercatat di Turki, Israel, dan Yordania.

Paraguay dan Brasil mengalami hal serupa di akhir bulan dan Australia mencatat bulan September terpanas kedua. Di Siberia, di mana terdapat kebakaran hutan sepanjang tahun menyebabkan emisi karbon dioksida melonjak, kandungan merkuri juga tetap tinggi.

Sementara itu, di Los Angeles County, suhu di siang hari mencapai rekor puncak yakni 49 derajat Celsius. Kejadian itu hanya beberapa minggu setelah Death Valley mencatat suhu terpanas di dunia dalam lebih dari satu abad.

Secara keseluruhan, peningkatan suhu mencapai 0,63 derajat Celsius lebih hangat dari rata-rata bulan September selama 40 tahun terakhir. Artinya, bulan itu hampir 1,3 derajat lebih panas dari tingkat pra-industri.

Temperatur global harus dijaga agar tidak naik lebih dari 1,5 derajat di atas tingkat pra-industri untuk menghindari dampak besar pada iklim. Panel antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB (IPCC) yang menyimpulkan hal ini.

Tapi suhu mencengangkan yang tercatat hanya sebagian saja yang menggambarkan bahaya pemanasan global. Fenomena ini terus mempengaruhi kehidupan jutaan orang di bulan lalu.

Rekor suhu tertinggi di LA County terjadi ketika beberapa bagian California diselimuti asap, akibat kebakaran hutan yang menghancurkan di seluruh negara bagian. Tren itu berlanjut hingga Oktober.

Dan ribuan mil jauhnya di Siberia, bagian dunia yang biasanya tertutup salju hampir sepanjang tahun, kebakaran tak terkendali terus memuntahkan emisi karbon ke atmosfer.

Para ilmuwan di Copernicus memperkirakan bulan lalu bahwa emisi CO2 dari kebakaran di Lingkar Arktik telah meningkat lebih dari sepertiga dibanding tahun 2019. Ada sejumlah 244 megaton karbon yang dihasilkan dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2020. Sebagai perbandingan, 181 megaton karbon dihasilkan sepanjang tahun 2019.



Simak Video "Penderitaan Lapis Tiga Warga Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA