Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Okt 2020 20:43 WIB

TRAVEL NEWS

Catat! Ini Tujuan dan Latar Belakang Dibentuknya ASEAN, Jangan Sampai Salah

Tim detikcom
detikTravel
Presiden Jokowi meresmikan gedung Sekretariat ASEAN yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta. Jokowi menyerahkan kunci gedung kepada Sekjen ASEAN.
Foto: Rengga Sancaya/Catat! Ini Tujuan dan Latar Belakang Dibentuknya ASEAN, Jangan Sampai Salah
Jakarta -

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dibentuk pada 8 Agustus 1967. Perhimpunan ini dibentuk di Bangkok, Thailand.

Ada 5 negara yang merupakan pendiri ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Saat ini ada 10 negara ASEAN. 5 Negara ASEAN lainnya yang bergabung yakni Brunei Darussalam (8 Januari 1984), Vietnam (28 Juli 1995), Laos (23 Juli 1997), Myanmar (23 Juli 1997), dan Kamboja (30 April 1999).

Deklarasi Bangkok ditandatangani oleh 5 menteri luar negeri pendiri ASEAN, yakni Adam Malik dari Indonesia, Narciso R. Ramos dari Filipina, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura, dan Thanat Khoman dari Thailand. Dalam Deklarasi Bangkok itu tercantum juga tujuan dibentuknya ASEAN tercantum.

Berikut tujuan ASEAN:

1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan negara-negara Asia Tenggara.

2. Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan antara negara-negara di Asia Tenggara.

3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi.

4. Saling memberikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian pada bidang pendidikan, kejuruan, teknik dan administrasi.

5. Bekerja sama lebih efektif untuk mencapai daya guna lebih besar dalam bidang pertanian, industri, dan perkembangan perdagangan termasuk studi dalam hal perdagangan komoditas internasional, perbaikan pengangkutan dan fasilitas komunikasi serta meningkatkan taraf hidup rakyat.

6. Meningkatkan studi tentang masalah-masalah di Asia Tenggara.

7. Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang mempunyai tujuan sama serta mencari kesempatan untuk menggerakkan kerja sama dengan mereka.

Sementara itu yang melatarbelakangi didirikannya ASEAN yakni adanya keinginan kuat dari para pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Hal tersebut mengemuka karena situasi di kawasan pada era 1960-an dihadapkan pada situasi rawan konflik, yaitu perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan. Apabila dibiarkan, hal itu dapat mengganggu stabilitas kawasan sehingga menghambat pembangunan.

Dalam situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu), disebutkan, saat ini ASEAN telah memiliki Piagam ASEAN (ASEAN Charter). Tujuannya untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang memiliki dasar hukum yang kuat (legal personality), dengan aturan yang jelas, serta memiliki struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Piagam ASEAN ditandatangani pada KTT ke-13 ASEAN tanggal 20 November 2007 di Singapura oleh 10 Kepala Negara atau pemerintahan negara anggota ASEAN. Piagam ASEAN mulai berlaku efektif atau enter into force pada tanggal 15 Desember 2008, 30 hari setelah diratifikasi oleh 10 negara anggota ASEAN. Indonesia dalam hal ini meratifikasi Piagam ASEAN melalui UU No. 38 Tahun 2008.

Isi Piagam ASEAN menegaskan kembali prinsip-prinsip yang tertuang dalam seluruh perjanjian, deklarasi dan kesepakatan ASEAN.

Piagam ASEAN bertujuan untuk:

-Mendorong peningkatan kerjasama berbagai kegiatan di tingkat sektoral oleh berbagai pemangku kepentingan serta peningkatan interaksi masyarakat dalam kerjasama politik, ekonomi, sosial dan budaya.

-Menjadikan ASEAN sebagai organisasi rules-based, komitmen-komitmen yang dihasilkan wajib dilaksanakan oleh pemerintah RI;

-Meningkatkan interaksi antar masyarakat negara anggota ASEAN dan interaksi antara masyarakat dengan organisasi ASEAN;

-Mendorong ASEAN untuk memiliki mekanisme dan prosedur penyelesaian sengketa yang lebih jelas sehingga mampu menjamin terwujudnya tujuan ASEAN.

-Mengubah mekanisme kerja dan struktur organisasi ASEAN yang lebih jelas dan efektif;

-Meningkatkan aktivitas pertemuan-pertemuan ASEAN yang diadakan di Indonesia, khususnya Jakarta sebagai akibat perluasan organisasi serta pembentukan Komite Watap ASEAN dan penunjukan Duta Besar negara mitra wicara untuk ASEAN.

Nah, sudah mengerti kan tujuan dan latar belakang didirikannya ASEAN? Semoga penjelasan di atas menambah ilmu pengetahuan detikers.



Simak Video "Jokowi Hadiri KTT ke-37 ASEAN Secara Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA