Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Okt 2020 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

Chicago, Kota dengan Tikus Terbanyak 6 Tahun Berturut-turut

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
One young cat and two adult rats are looking at each other on the windowsill.
Tikus dan kucing (Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Orlova)
Chicago -

Kota Chicago, Illinois dinobatkan sebagai habitat tikus terbesar di Amerika Serikat. Tak main-main, rekornya dipegang selama enam tahun berturut-turut.

Diberitakan CNN, Chicago atau Kota Angin atau Windy City adalah kota pemegang enam kali gelar yang tidak diinginkan kota mana pun. Gelar itu diberikan oleh Orkin, layanan pengendalian hama yang berbasis di Atlanta.

Orkin memberi peringkat kota-kota AS berdasarkan jumlah pengendalian hewan pengerat baru dari 1 September hingga 31 Agustus setiap tahun. Hasilnya, dari 50 kota dengan pembaruan tiap perhitungan Chicago tetap berada di nomor 1.

"Hewan pengerat ahli dalam mengendus makanan dan tempat tinggal, dan mereka tangguh dalam cara mereka mendapatkan keduanya," kata Ben Hottel, ahli entomologi Orkin, dalam siaran pers perusahaan.

"Properti perumahan menawarkan habitat yang ideal untuk hewan pengerat, dan begitu mereka menetap, mereka mampu berkembang biak dengan cepat dan dalam jumlah besar," dia menambahkan.

Upaya menurunkan populasi tikus kota telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perang melawan tikus di Chicago meningkat dengan diperkenalkannya satuan tugas tikus baru pada tahun 2016.

Penduduk bahkan mulai mengadopsi kucing untuk menekan jumlah tikus. Di urutan 10 teratas dalam daftar Orkin ini dihuni oleh Los Angeles, New York, Washington DC, San Francisco, Detroit, Philadelphia, Baltimore, Denver, dan Minneapolis.

One young cat and two adult rats are looking at each other on the windowsill.Tikus di Chicago (Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Orlova)

Pandemi Corona telah memperburuk populasi tikus. Lockdown di berbagai kota dan kawasan tak hanya memengaruhi manusia, menurut Orkin.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memiliki bagian yang dikhususkan untuk pengendalian hewan pengerat.

"Penutupan kawasan secara luas telah menyebabkan penurunan ketersediaan makanan untuk hewan pengerat, terutama di area komersial yang padat," menurut situs CDC.

"Beberapa yurisdiksi telah melaporkan peningkatan aktivitas hewan pengerat saat hewan pengerat mencari sumber makanan baru," imbuh dia.

Dan Orkin memperingatkan bahwa aktivitas tikus akan meningkat saat hewan pengerat mulai mencari perlindungan yang hangat saat bulan-bulan semakin dingin.



Simak Video "Netflix Bakal Rilis Film di Bioskop AS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA