Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Okt 2020 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Duh, Nepal PHP Nih!

Bonauli
detikTravel
Pegunungan Himalaya.
Nepal (dok Samde Sherpa/istimewa)
Kathmandu -

Nepal terus-terusan membuat bingung wisatawan. Mulai dari September hingga sekarang, negara itu belum juga dibuka untuk wisatawan.

Awalnya pemerintah Nepal semangat untuk membuka pendakian di bulan Agustus. Tapi, kasus infeksi virus Corona di Nepal malah terus naik.

Penerbangan internasional Nepal memang sudah mulai buka tanggal 1 September. Rencananya, untuk mendatangkan turis-turis yang ingin memulai pendakian di musim ini.

Tapi kemudian pemerintah Nepal kembali galau. Sebab, untuk memaksakan membuka perbatasan risikonya sangat besar.

Operator turis hanya bisa pasrah ketika tanggal mundur lagi hingga pertengahan Oktober. Seperti orang PHP, Nepal membuat pelaku usaha mengelus dada.

Dikutip dari Kathmandu Post, kini Nepal menyebut tidak menerima wisatawan setidaknya sampai pertengahan November.

"Situasinya berbeda sekarang. Berbagai pihak berwenang telah menyarankan untuk memberlakukan penguncian lagi. Dalam situasi ini tidak bijaksana menyambut turis," ujar Buddhi Sagar Lamichhane, Sekretaris di Kementerian Pariwisata.

Kasus Corona Nepal naik menjadi 115.358 dengan 3.556 infeksi baru. Korban meninggal pun bertambah menjadi 663 jiwa.

"Meskipun ada jaminan untuk membuka kembali sektor pariwisata, sangat disayangkan kemungkinan pembukaan akan dipersiapkan untuk musim semi tahun 2021," ujarnya.

Musim dingin Nepal akan mulai dari pertengahan November. Kedatangan wisatawan akan lebih sedikit dari biasanya selama waktu normal.

Badan Pariwisata Nepal sendiri telah menutup sementara kantornya karena sejumlah staf yang terinfeksi Corona. Padahal sebelumnya Menteri Pariwisata Yogesh Bhattarai pernah mengatakan bahwa Nepal bebas dari virus dan meminta instansi pemerintah untuk mempercepat promosi wisata.

"Semoga masih ada optimisme dan pergerakan wisatawan domestik," ujar Lamicchane.

Menurut Bank Dunia, pembatasan wisatawan di Nepal dapat berdampak parah bagi ekonomi negara. Duh Nepal, semoga tahun depan tidak PHP, ya.



Simak Video "Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Jeblok"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA