Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Okt 2020 21:18 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Pertama Tanpa Karantina, Hawaii Diserbu 8.000 Lebih Turis

Syanti Mustika
detikTravel
Setelah diterpa kerugian besar akibat pandemi Corona, negara yang terkenal dengan keindahan pantainya ini kembali akan buka untuk turis Juli mendatang.
Foto: Okimo/Getty Images via thepointsguy.com
Honolulu -

Hawaii telah mencabut kebijakan karantina untuk turis yang masuk. Di hari pertama berlaku kebijakan ini, Hawaii kedatangan 8.300 turis.

Dirangkum detikcom, Selasa (20/10/2020) hari pertama setelah pembukaan pagar bagi negara bagian, pada hari Kamis (16/10/2020) lalu Hawaii langsung diserbu oleh 8.300 orang. Ini juga berhubungan dengan dicabutnya kebijakan karantina 14 hari bagi turis yang datang ke Hawaii. Kebijakan ini diganti dengan surat bukti negatif virus Corona.

Juru bicara Departemen Perhubungan Luar Negeri, Tim Sakahara mengatakan bahwa terdapat 30 penerbangan yang membawa 8.000 lebih penumpang dari luar negara bagian tiba di Honolulu pada Kamis. Biasanya, sebelum pandemi melanda terdapat 100 penerbangan setiap harinya.

Dengan adanya jumlah yang fantastik untuk hari pertama ini, membantu pemulihan hampir 30% pariwisata di Hawaii. Menurut Data Bandara Hawaii, 51 penerbangan transpacific tiba pada Kamis dengan kapasitas 10.319 kursi. Dari jumlah tersebut, hanya 80% yang terisi.

Sebelumnya, Hawaii punya kebijakan mengharuskan pengunjung melewati proses karantina saat mendarat selama 14 hari. Kebijakan ini pun berubah dan pada 15 Oktober 2020, semua pelancong yang masuk harus memiliki Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) Covid-19 yang valid dalam waktu 72 jam sebelum naik ke penerbangan ke Hawaii. Dan mereka juga harus menunjukkan bukti tes negatif setibanya di Hawaii.

Bagi pengunjung yang tidak memiliki bukti negatif Corona, mereka wajib karantina mandiri dan membayar denda USD 5.000 dan satu tahun penjara. Semua negara akan diizinkan masuk ke Hawaii di bawah aturan masuk pra-pandemi reguler dengan pengecualian Brasil, China, Eropa, dan Inggris karena mereka dilarang oleh Presiden AS Donald Trump.

Beberapa walikota County berpendapat bahwa harus ada tes tindak lanjut untuk penumpang yang tiba di pulau-pulau sekunder. Namun Gubernur David Ige mengatakan bahwa logistik dan biaya akan dibebankan pada kabupaten tersebut.

Pulau utama Hawaii telah menyetujui tes sekunder cepat pada saat kedatangan yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk hasilnya. Setiap tes cepat yang positif akan mengakibatkan karantina segera ditindaklanjuti dengan tes usap PCR yang lebih akurat yang dapat memakan waktu hingga 36 jam. Wisatawan yang dinyatakan positif harus tetap di karantina sampai hasil tes selesai.

Sedangkan di Oahu, yang merupakan pulau terpadat di Hawaii, para pejabat menyatakan mereka ingin menerapkan lapisan pengujian lain, namun mereka tidak punya cukup dana untuk itu.



Simak Video "Batas Wilayah Monyet Pusuk, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA