Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 24 Okt 2020 18:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pebisnis Bebas Karantina jika Tinggal di Jepang Tak Sampai 3 Hari

Putu Intan
detikTravel
Ibukota Jepang, Tokyo memiliki dua bandara internasional yakni Bandara Internasional Narita dan Haneda. Bandara Haneda yang berada di pusat Tokyo ini, memiliki bangunan arsiretuk yang modern dan megah, serta sentuhan teknologi tinggi. Rengga Sancaya/detikcom.
Wisata Jepang (Rengga Sancaya)
Tokyo -

Pelancong bisnis yang tinggal di Jepang kurang dari 3 hari, rencananya tak perlu mengikuti karantina mandiri selama 2 minggu.

Jepang kembali akan meluncurkan program baru untuk warga asin yang masuk negaranya. Kali ini bentuknya berupa pelonggaran aturan karantina mandiri.

Dilansir dari Sora News 24, Sabtu (24/10/2020) Jepang akan menghapus aturan karantina selama dua minggu untuk pelancong bisnis yang tinggal di negara itu selama kurang dari 72 jam.

Ini adalah jangka waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan izin masuk yang diberikan untuk pelancong bisnis dari Thailand dan Korea Selatan. Namun izin itu akan diberikan bagi pelancong dari sekitar 30 negara.

Meskipun akan bebas dari karantina mandiri, warga asing yang ingin masuk ke Jepang tetap diwajibkan melakukan tes PCR saat kedatangan di bandara Jepang. Tujuannya memastikan bahwa mereka yang datang tidak terjangkit COVID-19.

Selain itu pelancong bisnis juga diwajibkan untuk menulis rencana aktivitas yang akan mereka lakukan dan tempat mereka tinggal selama di Jepang. Hal ini untuk meminimalisir kegiatan di luar bisnis yang akan mereka lakukan.

Tak hanya itu, para pelancong juga tidak diizinkan untuk menggunakan transportasi umum selama berada di Jepang.

Sementara itu, kelayakan warga suatu negara mendapatkan izin 72 jam tersebut akan bergantung pada situasi virus Corona di negara asalnya. Hanya negara-negara yang virusnya terkendali saja yang memenuhi syarat.

Para analis juga menyampaikan, kecil kemungkinan warga dari Amerika Serikat (AS) atau India akan diizinkan mengikuti program tersebut.

Sebelumnya, Jepang telah sepakat mengizinkan warga negara Indonesia dengan tujuan bisnis dan medis untuk masuk ke negaranya. Namun kerja sama itu akan dibahas paling lambat sampai sebulan ke depan.



Simak Video "Rekor Kasus Harian Corona, Jepang Siaga Maksimum!"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA