Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Okt 2020 10:12 WIB

TRAVEL NEWS

Hanya Kurang dari 1% Penumpang Pesawat Qatar yang Positif COVID-19

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Qatar Airways
Qatar Airways melaporkan rendahnya jumlah penumpang terinfeksi COVID-19 di pesawatnya Foto: dok. Qatar Airways
Doha -

Maskapai Qatar Airways melaporkan rendahnya jumlah kasus penularan COVID-19 di pesawatnya. Tercatat penumpang pesawat yang positif COVID-19 kurang dari 1 persen.

Menurut Qatar Airways, pihaknya telah menerbangkan lebih dari 4,6 juta penumpang sektor penerbangan serta lebih dari 33 miliar pendapatan penumpang per kilometer (RPK) di lebih dari 37.000 penerbangan tanpa COVID-19 di seluruh dunia sejak Februari 2020. Sistem pemantauan, deteksi, dan kebersihan COVID-19 yang canggih telah mencatatkan lebih dari 99,988 persen penumpang yang terbang bebas COVID-19. Itu artinya kurang dari satu persen penumpang terkonfirmasi positif oleh petugas setempat setelah terbang menggunakan Qatar Airways.

Selain itu, sampai saat ini hanya kurang dari satu persen (0,002%) awak kabin yang bertugas tertular COVID-19 saat dipesawat serta tanpa ada kasus baru yang tercatat sejak maskapai kami memperkenalkan seragam penerbangan APD lengkap di bulan Mei 2020 serta pelindung wajah (face Shield) untuk penumpang di semua penerbangan.

"Statistik terbaru ini adalah bukti bahwa melalui penerapan langkah-langkah yang tepat, seperti pemberlakuan prosedur keselamatan dalam kabin, kebersihan, dan pembatasan jarak fisik yang ketat di bandara, begitu pula dengan kepatuhan terhadap persyaratan masuk dan tes dari otoritas setempat, penumpang tak perlu resah soal melakukan perjalanan udara," ujar Chief Executive Qatar Airways Group Akbar Al Baker.

"Sejak awal merebaknya pandemi COVID-19, kami sudah menerapkan program pemantauan, deteksi virus, dan kebersihan dalam kabin paling ketat di kalangan komunitas penerbangan global. Sebagai sebuah industri, kami ingin sektor penerbangan komersial dapat pulih dengan menjamin keselamatan dan perlindungan bagi penumpang, mulai dari keberangkatan hingga kedatangan, dengan semua maskapai penerbangan.

Pendekatan berbasis risiko mendorong Qatar Airways untuk menerapkan sejumlah langkah tambahan, seperti pemberlakuan tes PCR untuk penumpang yang berangkat dari negara-negara 'berisiko tinggi', juga penggunaan sistem penyaringan udara HEPA tercanggih dalam pesawat.

Hal ini merupakan tambahan dari Sistem Kabin Ultraviolet Honeywell yang baru-baru ini diperkenalkan yang dioperasikan oleh Qatar Aviation Services sebagai langkah tambahan saat pembersihan armada pesawat.

"Setelah pemberlakuan langkah-langkah penting tersebut, kami berhasil melaporkan bahwa 99,988 persen di antara lebih dari 4,6 juta penumpang sektor penerbangan yang terbang bersama kami terdeteksi bebas COVID-19 sejak Februari 2020. Di samping itu, kurang dari satu persen dari lebih dari 37.000 penerbangan Qatar Airways telah terkonfirmasi membawa penumpang yang terinfeksi," ujarnya.

Dengan melihat rendahnya jumlah kasus penularan ketika bepergian dengan pesawat dan risiko penularan yang bahkan lebih rendah dan berdasarkan studi IATA terbaru yang menemukan 1 dari 27 juta penumpang tertular COVID-19 di dalam pesawat. "Kami harap penumpang dapat bepergian dengan tenang dengan mengetahui bahwa terbang akan terus menjadi bentuk perjalanan yang paling aman," ujarnya.

Meskipun angka ini rendah, Qatar Airways akan terus memantau dengan saksama perkembangan global dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19, juga bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk mendukung aktivitas pelacakan setiap kali ada kasus positif terkonfirmasi dengan subjek penumpang yang terbang bersama kami dalam rentang waktu masa inkubasi.

"Sebagai sebuah industri, selayaknya kami tetap waspada dan tidak mudah berpuas diri namun tetap memastikan penerapan prosedur keselamatan serta keamanan yang ketat demi menghapus kekhawatiran para penumpang, baik mereka yang hendak pulang ke rumah mereka atau, mengunjungi kerabat atau sanak saudara, atau berekreasi," ujarnya.

(ddn/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA