Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Okt 2020 11:11 WIB

TRAVEL NEWS

Jaminan Protokol Kesehatan di Hotel & Restoran Jadi Daya Tarik Wisatawan

Inkana Putri
detikTravel
liburan saat pandemi
Foto: shutterstock
Jakarta -

Jelang libur panjang, berbagai tempat wisata di Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan protokol kesehatan menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menikmati libur panjang pada 28 Oktober - 1 November 2020.

Pasalnya, para wisatawan akan tertarik berlibur di hotel, tempat wisata, dan restoran yang aman dari penularan COVID-19.

"Mereka yang mau makan di warung, tidur di hotel, yang menerapkan protokol kesehatan akan merasa aman. Ini penting untuk kita yang akan merencanakan liburan," ujar Teten dikutip dari situs resmi covid.go.id, Selasa (27/10/2020).

Hal ini ia sampaikan dalam talkshow 'Dialog COVID-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM' di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB, Senin (26/10).

Di tengah pandemi saat ini, Teten menambahkan wisatawan umumnya bukan melihat harga murah atau diskon barang, melainkan jaminan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Oleh karena itu, tugas untuk industri perhotelan, pesawat terbang, restoran, dan kafe adalah untuk mengimbau para turis terkait protokol kesehatan tersebut.

"Turis yang bepergian itu punya uang dan berpendidikan. Kalau disadarkan dengan protokol kesehatan memakai masker, makanan higienis, saya kira semua orang tidak takut untuk liburan," katanya.

Di sisi lain, Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pelaku UMKM yang menerapkan protokol kesehatan juga bisa mendatangkan keuntungan.

"UMKM kalau disiplin protokol kesehatan akan membuat keyakinan konsumen untuk membelinya. Ini saling menguntungkan," paparnya.

Ia menegaskan ekonomi bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun, jika indikator ekonomi berjalan dan kasusnya naik berarti ada yang tidak disiplin.

"Entah itu dari konsumen atau UMKM-nya. Makanya harus gotong royong menjadi satu," pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk mencegah penyebaran COVID-19 Pemerintah mengimbau masyarakat agar mengikuti kampanye #IngatPesanIbu yang dikampanyekan oleh Satgas COVID-19. Adapun kampanye tersebut yakni menerapkan 3M dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.



Simak Video "Dicari! Pahlawan Digital UMKM Andalan Teten Masduki dan Putri Tanjung"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA