Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 13 Nov 2020 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

China Pecahkan Rekor Penyelaman di Palung Mariana

China menyelam ke Palung Mariana
China menyelam ke Palung Mariana (Foto: CNN)
Jakarta -

China memecahkan rekor nasional penyelaman berawak ke Palung Mariana. Aksi ini sebagai tanggapan perlombaan memperebutkan sumber daya laut dalam.

Diberitakan CNN yang melansir Xinhua, Jumat (12/11/2020), China telah memecahkan rekor penyelaman berawak di lautan terdalam dunia. Mereka menyelam ke kedalaman sekitar 10.909 meter di Palung Mariana.

Kapal selam bernama Fendouzhe atau Striver mendarat di dasar laut di dasar palung samudera terdalam di Bumi pada Selasa pagi. Armada ini berangkat dari Provinsi Hainan, China satu bulan sebelumnya.

Penyelaman tersebut mengalahkan penyelaman China sebelumnya ke Palung Mariana dengan jarak lebih dari 800 meter. Tapi, hal itu nyaris gagal memecahkan rekor dunia untuk penyelaman terdalam di Palung Mariana.

Rekor dunia saat ini diyakini dibuat oleh penjelajah bawah laut Amerika, Victor Vescovo. Pihaknya mengklaim telah mencapai kedalaman 10.927 meter pada Mei 2019.

Tapi tujuan China untuk menyelam bukan hanya penyelidikan ilmiah. Ye Cong, kepala perancang kapal selam, mengatakan kepada media yang dikelola pemerintah China bahwa dasar laut memiliki sumber daya berlimpah.

"Peralatan selam berteknologi tinggi dapat membantu menggambarkan peta harta karun laut dalam dengan lebih baik," kata Ye dalam wawancara yang dikutip oleh Xinhua.

Dalam sebuah komentar tentang penyelaman Palung Mariana yang diposting ke akun WeChat resmi People's Daily edisi luar negeri, media resmi Partai Komunis yang berkuasa, penulis mengatakan bahwa eksplorasi laut dalam penting untuk lebih memahami lanskap strategis internasional.

Misalnya, Jepang baru-baru ini menemukan sumber daya tanah jarang di Samudera Pasifik, di mana cadangannya 1.000 kali lebih banyak daripada di darat. Dasar laut adalah dunia yang sangat baru.

"Jika kita tidak menjelajahi dunia ini, orang lain akan jelajahi itu," kata komentar itu.

Selanjutnya, berburu rare earth atau tanah jarang hingga ke dasar laut dalam >>>

Rare earth adalah zat penting untuk produksi produk berteknologi tinggi seperti smartphone, sistem rudal dan radar. Saat ini sebagian besar dikendalikan oleh China.

Beijing bekerja keras untuk memastikan dominasinya di area ini. Pada bulan Juli, pemerintah China menaikkan kuota untuk penambangan tanah jarang ke rekor tertinggi, sebanyak 140.000 ton.

Menurut surat kabar China Daily, yang juga milik negara, dunia bisnis China telah berinvestasi di perusahaan tanah jarang di Greenland karena peluang ekonomi muncul di kawasan Arktik.

Tetapi hal itu menghadapi persaingan yang ketat dari negara-negara di seluruh dunia.

Pada tahun 2018, para peneliti Jepang membuat penemuan yang merubah permainan di pulau kecil Minamitori di Samudra Pasifik. Di sana ada jutaan ton tanah jarang yang sangat berharga dan itu ditemukan di lumpur laut dalam di dekatnya.

Pada tahun yang sama, Reuters melaporkan bahwa India bersiap untuk investasi lebih dari USD 1 miliar selama satu dekade. Mereka juga ingin mencari tanah jarang di dasar laut atau mineral yang berpotensi dapat diekstraksi.

Otoritas Dasar Laut Internasional akan menyetujui kode penambangan pada pertengahan 2020. China, satu dari banyak negara yang antre untuk menjelajahi dan menambang di dasar laut, termasuk di Palung Mariana, tetapi belum ada kesepakatan akhir hingga Oktober lalu.

(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA