Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Nov 2020 22:22 WIB

TRAVEL NEWS

Selandia Baru Mulai Enggan Kedatangan Turis Backpacker

Bonauli
detikTravel
Queenstown New Zealand
Queenstown (CNN)
Wellington -

Siapa yang tak mau kedatangan turis kaya raya? Menurut Selandia Baru, turis yang banyak uang lebih menghargai alam dari pada backpacker.

Dilansir dari The Guardian, New Zealand atau Selandia Baru semakin pilih-pilih turis. Apalagi semenjak pandemi.

Menteri pariwisata baru Selandia Baru, Stuart Nash, punya target global yaitu 1 persen pengunjung kaya raya alias bukan backpacker. Selandia Baru lebih suka turis yang datang dengan menyewa campervan.

"Jika Anda bersedia membayar campervan, setidaknya Anda memiliki kemampuan untuk membuang kotoran Anda dengan cara yang sama dengan tujuan pariwisata keberlanjutan kami, dan sejujurnya branding kami," ujar Nash.

Selandia Baru merasa jengah dengan backpacker yang menggembel di pinggir jalan dan membuang kotoran di perairan. Saat ini dinilai sangat tepat untuk merombak pasar pariwisata.

"Kami tidak memiliki turis di sini saat ini. Jadi kami memiliki kesempatan untuk mendefinisikan kembali proposisi nilai global kami dan memasarkan kepada mereka yang memberi nilai tambah signifikan bagi negara kami," jelasnya.

Turis ideal impian Selandia Baru adalah seseorang yang terbang dengan kelas bisnis atau ekonomi premium. Selandia Baru ingin turisnya sanggup untuk menyewa helikopter di sekitar Franz Josef dan makan di restoran kelas atas.

"Saya tidak mengatakan kita menutup perbatasan bagi mereka yang tidak memiliki satu juta dolar di rekening bank mereka. Mereka akan datang dan kita tidak mengatakan 'jangan datang'," ungkapnya.

Namun Nash mengatakan bahwa semua upaya pemasaran pariwisata ditujukan kepada individu-individu berpenghasilan tinggi yang saat ini duduk manis dalam penguncian di New York, London, Berlin atau Paris. Mereka yang saat ini sedang berkhayal untuk liburan mewah di surga yang ditawarkan oleh Selandia Baru.

"Ambisi saya adalah setelah penguncian selesai dan wisatawan dunia bebas mengalir, kami berada di tiga tujuan teratas secara global. Bukan dalam jumlah tetapi aspirasi," tegasnya.

Karena target ini, Nash meramalkan adanya biaya tambahan yang dibayar oleh turis. Menurutnya inti dari pariwisata Selandia Baru adalah pengalaman yang tak terlupakan.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA