Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 28 Nov 2020 11:03 WIB

TRAVEL NEWS

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dipangkas, Traveler Setuju?

Tim detikcom
detikTravel
New Normal Parawisata Fokus
Ilustrasi Foto: Fuad Hasim Libur Akhir Tahun Ditiadakan karena COVID Naik Terus?
Jakarta -

Masa libur panjang ditengarai menjadi penyebab meningkatnya penularan Covid-19. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah pakar kesehatan meminta pemerintah meniadakan libur panjang akhir tahun 2020.

Kasus positif virus COVID-19 di Indonesia bertambah 4.360 orang pada Minggu (22/11). Dengan demikian total kasus positif COVID-19 mencapai 497.668 orang.

Penularan COVID-19 di Ibu Kota mencapai rekor tertinggi dengan penambahan kasus harian sebanyak 1.579. Lagi-lagi urusan libur panjang atau long weekend beberapa waktu lalu disebut-sebut berkaitan dengan angka penularan yang tinggi itu.


Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menduga kenaikan kasus tersebut karena efek long weekend pada akhir Oktober lalu. Wiku mengatakan hal tersebut berkaca pada pengalaman pasca-libur panjang Idul Fitri, Idul Adha, dan Hari Kemerdekaan. Oleh karena itu, Wiku menilai rekor kasus Corona di Jakarta kemarin diduga karena efek libur cuti bersama.

"Efek suatu event yang menimbulkan kerumunan dan penularan, biasanya baru terlihat dampak peningkatannya (dengan asumsi testing dilakukan seperti biasanya) dalam 10-14 hari kemudian," kata Wiku.

"Jadi kalau sekarang meningkat itu kemungkinan terkait libur panjang 28 Oktober-1 November," imbuhnya.

Wiku menyatakan keputusan libur panjang akhir tahun memang ditentukan pemerintah. Namun terkait keputusan itu bergantung kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dalam menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Keputusan libur panjang, walaupun ditentukan pemerintah, namun prinsipnya sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M, terutama pada masa-masa liburan," tegasnya seperti dikutip di situs covid19.go.id, Minggu (22/11/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini pun meminta ada pengurangan hari libur pada libur akhir tahun ini.

Hal itu disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11/2020).

"Yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," katanya.

Rapat internal antar menteri yang membahas pemangkasan cuti bersama akan dilanjutkan lagi pekan depan.

Bagaimana menurut travelers, apakah libur akhir tahun sebaiknya ditiadakan atau tetap libur? Kirim komentar anda di bawah ini:

(ddn/)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA