Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Nov 2020 16:52 WIB

TRAVEL NEWS

Kasus Corona di Kudus Terus Naik Dipicu Wisata Tak Terapkan Prokes

Dian Utoro Aji
detikTravel
Menara Kudus
Kudus, Jawa Tengah. Foto: (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus menyebutkan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kudus masih mengalami kenaikan kasus. Pemicu kenaikan kasus Corona berasal dari sektor objek wisata yang tidak terapkan protokol kesehatan.

"Dari wisata penyumbang juga (penyebaran virus Corona), saat saya kemarin di Colo memberikan SK (desa wisata) kepada desa wisata. Untuk wisata di Colo banyak yang tidak menaati memenuhi protokol kesehatan. Di sana tidak ada pendisiplinan protokol kesehatan di sana (objek wisata di Kudus)," kata Plt Bupati Kudus, HM Hartopo kepada wartawan selepas rapat paripurna di DPRD Kudus, Senin (23/11/2020).

Hartopo mengatakan, kasus Corona di Kudus masih terus naik. Sampai saat ini penderita Corona yang masih menjalani perawatan mencapai 198 kasus. Padahal sebelum ada libur panjang beberapa waktu lalu, kasus COVID-19 di Kudus sempat mengalami penurunan.

"Kondisi (penyebaran virus Corona) masih naik terus. Hampir 200 saat ini. Saya prihatin karena kemarin sempat turun menjadi 105 kasus aktif. Tiba-tiba weekend (libur panjang) kemudian selang tiga hari naik lagi," kata Hartopo.

Hartopo pun tidak main - main akan mengancam menutup kembali objek wisata yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Semua objek wisata yang telah buka di Kudus pun akan kembali dievaluasi. Karena objek wisata menjadi salah satu pemicu meningkatnya kembali kasus Corona di Kota Kretek.

"Saya bilang untuk koordinasi yang baik. Kalau seperti ini terus (tidak terapkan prokes) akan menutup wisata. Akan kita tutup. Kita ada kerugian pemasukan kas daerah, tapi di sisi lain kita menyelamatkan masyarakat di Kudus dan yang penting adalah menyelamatkan dan kesehatan masyarakat Kudus," kata Hartopo.

"Tempat wisata tidak memperketat protokol kesehatan akan kita tutup. Kita akan evaluasi lagi yang sudah buka," tegas dia.

Hartopo juga mengimbau kepada masyarakat agar taat dan patuh menerapkan protokol kesehatan. Dia meminta masyarakat selalu mengenakan masker saat berpergian hingga ketemu dengan orang lain.

"Jadi harapan kami ya, pemahaman masyarakat masalah prokes jangan hanya formalitas saat pemakaian masker. Tapi betul dimaknai terkait potensi di mana, potensi penularan saat berbicara ngobrol tanpa masker. Ini yang penting di pahami oleh masyarakat," kata Hartopo.

Sementara itu, dari data corona.kuduskab per Senin (23/11) pukul 16.20 WIB, kasus Corona aktif yang dirawat totalnya ada 198 kasus. Terdiri dari 83 pasien dirawat di rumah sakit dan 115 orang terkonfirmasi positif Corona isolasi mandiri.

Kasus sembuh dari Corona di Kudus mencapai 1.948 kasus dan kasus meninggal dunia ada 268 kasus. Jika secara keseluruhan kasus terkonfirmasi positif Corona di Kudus tembus 2.414 kasus.



Simak Video "Kasus Corona di Sleman Melejit, Shelter Asrama Haji-Rusunawa Gemawang Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA