Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Nov 2020 18:54 WIB

TRAVEL NEWS

Museum Kerajaan Sumedang Larang Bakal Ditata Menjadi Berkelas Dunia

Muhamad Rizal
detikTravel
Pemkab Sumedang Bersama The Lodge Group bekerjasama untuk menata kembali museum Geusan Ulun
Museum Prabu Geusan Ulun. (Foto: Muhamad Rizal/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Sumedang dan The Lodge Group bekerja sama mengelola dan menata Museum Prabu Geusan Ulun agar menjadi tempat wisata heritage yang mendunia.

Sebagaimana diketahui, museum tersebut terdapat peninggalan benda-benda bersejarah dan barang pusaka leluhur Sumedang khususnya kerajaan Sunda. Hal itu terbukti dari rangkaian dan sejarah yang masih tertata apik, rapih dan terawat. Dengan mengunjungi dan melihat fakta sejarah dari berbagai peninggalan yang tersimpan di museum ini, bahwasannya di Sumedang terdapat Kerajaan Sunda yang cukup besar.

CEO The Lodge Group, Heni Smith mengatakan pihaknya akan mengelola penuh Museum Prabu Geusan Ulun ini dengan menata kembali agar bangunan bersejarah ini dapat sentuhan yang bisa menambah nuansa dan daya tarik, terlebih mendongkrak sektor Pariwisata berbasis Budaya kearifan lokal.

"Museum ini Akan kita kelola langsung oleh The Lodge Group, dari mulai ticketing dan sebagainya. Namun tetap pihak keraton mempunyai (kewenangan) tempat disini karena kami hanya take over museumnya saja," kata Heni saat ditemui di Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, meski pengelolaannya akan diambil alih, namun kata Heni bentuk bangunan asli Museum Prabu Geusan Ulun ini tidak akan ada yang dirubah maupun di rombak, hal itu agar bangunan bersejarah ini dapat terjaga keasliannya.

"Renov total tidak boleh, karena kami mengikuti aturan-aturan yang sudah ada saat dan itu sudah kita diskusikan hal ini sudah di bahas," katanya.

Kata Heni, ketertarikan terhadap Museum Prabu Geusan Ulun ini karena banyaknya peninggalan bersejarah yang dapat menarik perhatian, selain itu juga bisa mengangkat kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Sumedang.

"Saya ingin sampaikan koleksi ini kepada masyarakat bahwa kita memiliki heritage luar biasa, karena budaya Sunda ini artefaknya ada disini," ucap Heni.

Bahkan kata Heni, pihaknya membutuhkan kurang lebih satu tahun agar konsep ini bisa selesai, dari mulai desain hingga penataannya ini menjadi tempat wisata heritage.

"Untuk konsepnya sendiri sudah selesai, kita tetap mengusung tema budaya (Sunda) yang kental dengan di kombinasikan dengan digital dengan ditambah sedikit modern," ucapnya.

Pemkab Sumedang Bersama The Lodge Group bekerjasama untuk menata kembali museum Geusan UlunPemkab Sumedang Bersama The Lodge Group bekerjasama untuk menata kembali Museum Geusan Ulun Foto: Muhamad Rizal/detikcom

Rencananya pembukaan pariwisata sejarah ini akan dibuka sekaligus di resmikan pada bulan Maret 2021. Bahkan pihaknya akan mengundang dubes-dubes yang ada di Indonesia untuk datang ke museum ini.

Ketua Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang Raden Luky Djohari Soemadilaga mengatakan kerjasama ini dibangun untuk kepentingan bersama dan juga untuk memajukan budaya Sunda dalam segi pariwisata agar museum ini dapat dikelola dengan baik lagi.

"Dengan pertimbangan yang matang, The Lodge sudah memiliki kemampuan yang matang dalam bidang pengelolaan pariwisata. Tentunya kita membutuhkan partnership agar dapat mengangkat museum ini agar lebih optimal," ujar Lucky.

Lucky berharap dengan adanya kerjasama ini Museun Prabu Geusan Ulun dan Keraton Sumedang Larang akan menjadi sebuah destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

"Mudah-mudahan ke depannya wisata (Museum Prabu Geusan Ulun) ini bisa menjadi wisata yang mendunia, khususnya di Parahyangan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ada Warga Sumedang Terdampak Longsor Enggan Direlokasi"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA