Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Des 2020 19:50 WIB

TRAVEL NEWS

Hong Kong dan 4 Negara yang Janjikan Vaksin Corona Gratis untuk Warganya

CNBC Indonesia
detikTravel
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Foto: Ilustrasi vaksin Corona (iStock)
Jakarta -

Dunia tengah berlomba mencari vaksin terbaik untuk mengatasi wabah virus Corona. Tak terkecuali bagi lima negara berikut ini.

Jepang, Belgia, Arab Saudi, Prancis telah mengumumkan pemberian vaksin gratis untuk warganya. Kini Hong Kong menyusul dan telah mengalokaskan dana miliaran rupiah. Berikut lengkapnya:

1. Prancis

Vaksinasi terhadap COVID-19 di Prancis akan dimulai Januari 2021. Pemerintah sudah mulai membuat skema.

Perdana Menteri Jean Castex mengatakan awalnya vaksin akan diberikan ke satu juta lansia. Di Februari, vaksin akan diberi ke 14 juta orang lainnya yang berisiko.

"Prancis akan memiliki potensi 200 juta dosis, yang akan memungkinkan 100 juta orang divaksinasi," katanya dikutip AFP, Jumat (4/12/2020) seraya menyebut akan diperlukan dua suntikan untuk masing-masing warga dalam jarak beberapa minggu.

Kampanye juga akan dioptimalkan ke masyarakat jika otoritas kesehatan Uni Eropa dan Prancis telah menyetujui penggunaan vaksin. Mengingat berdasarkan survei penduduk negeri ini skeptis dengan vaksin, di mana hanya 41% warga dari total 67 juta yang bersedia diinokulasi.

Strategi pemerintah juga akan dipresentasikan ke parlemen. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Emmanuel Macron sudah menyisihkan 1,5 Juta Euro untuk vaksinasi dalam anggaran tahun depan.

2. Jepang

Sesuai dengan UU yang baru disetujui Rabu kemarin, Negeri Matahari Terbit akan memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada semua penduduk Jepang. Namun tidak jelas apakah penduduk asing yang tinggal di Jepang juga akan masuk dalam aturan ini.

Pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga akan menanggung semua biaya vaksin untuk 126 juta penduduk. Persetujuan telah dilakukan majelis tinggi parlemen setelah sebelumnya ketok palu dilakukan di majelis rendah.

Meskipun aturan UU ini akan sangat menganjurkan warga Jepang diinokulasi, pemerintah akan tetap mengizinkan individu menolak jika kemanjuran dan keamanan vaksin belum terbukti. Jika vaksin membuat efek samping serius, pemerintah juga akan menanggung biaya pengobatan dan pensiun cacat.

Pemerintah kota nantinya akan bertanggung jawab atas administrasi terkait vaksinasi.

"Kami akan melakukan upaya membangun sistem untuk mengelola vaksin dengan lancar dengan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah dan pekerja medis," kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, dikutip dari Kyodo News.

Jepang saat ini sudah menyetujui vaksin dengan perusahaan raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer Inc, Moderna Inc, dan perusahaan Inggris AstraZeneca. Vaksin akan cukup untuk 145 juta penduduk, dimana pemerintah mengalokasikan anggaran hingga US$ 6,4 miliar.

Sementara itu, pemerintah juga mengesahkan UU untuk melanjutkan karantina orang-orang yang di tes positif virus corona setelah kedatangan di Jepang. Aturan akan berlaku hingga Februari.
Ini membuat aturan karantina berlaku selama 1 tahun.

Pada Februari 2020, Jepang memutuskan merawat orang-orang yang di tes positif di bandara dan pelabuhan serta mewajibkan mereka untuk tinggal di fasilitas yang sudah ditentukan pemerintah dalam jangka waktu tertentu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "RI Telah Miliki 75 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Ini Rinciannya!"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA