Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Des 2020 18:14 WIB

TRAVEL NEWS

Selain Indonesia, Negara-negara Ini Juga Gelar Pemilu saat Pandemi

Putu Intan
detikTravel
Korea Selatan tetap melaksanakan pemilu di tengah pandemi COVID-19. Pemilu tersebut digelar dengan tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran Corona
Pemilu di Korea Selatan. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pilkada serentak digelar hari ini. Tak cuma Indonesia, sejumlah negara juga tetap menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) saat pandemi COVID-19.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak digelar hari ini, Rabu (9/12/2020). Tak cuma Indonesia, sejumlah negara juga tetap gelar pemilu di tengah pandemi COVID-19.

Meskipun sempat diwarnai pro dan kontra, Pilkada 2020 tetap digelar di 270 daerah di Indonesia, dengan rincian Pemilihan Gubernur di 9 provinsi, Pemilihan Wali Kota di 37 kota, dan Pemilihan Bupati di 224 kabupaten.

Berbeda dengan pemilihan umum biasanya, kini prosesnya melibatkan protokol kesehatan, seperti penyediaan tempat cuci tangan, dan sarung tangan plastik, kewajiban memakai masker, dan menjaga jarak.

Nah ternyata, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang menyelenggarakan pemilihan umum dalam situasi pandemi. Sebelumnya ada Amerika Serikat (AS) yang melangsungkan pemilihan presiden.

Selain itu, ada beberapa negara lainnya yang juga menggelar pemilihan umum dengan protokol kesehatan. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, ini daftarnya.

1. Korea Selatan

Korea Selatan tetap melaksanakan pemilu di tengah pandemi COVID-19. Pemilu tersebut digelar dengan tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran CoronaKorea Selatan tetap melaksanakan pemilu di tengah pandemi COVID-19. Pemilu tersebut digelar dengan tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran Corona Foto: Getty Images

Negeri Ginseng melaksanakan pemilihan anggota DPR pada 15 April 2020. Saat itu, jumlah orang yang positif COVID-19 mencapai 10 ribu lebih. Namun menariknya, Korea Selatan justru mencetak angka partisipasi pemilu terbaik sejak 1992 yakni 66 persen.

Kala itu, Korea Selatan menerapkan aturan kepada pemilih untuk memakai masker, sarung tangan, diperiksa suhu tubuhnya, dan menerapkan jaga jarak fisik.

Pada saat itu, mereka yang demam diizinkan untuk memilih di bilik terpisah dan langsung disinfeksi setelah digunakan.

2. Burundi

Pemilihan presiden di Burundi dilakukan pada 20 Mei 2020. Pemilihan ini diikuti lebih dari 5 juta orang.

Pada saat itu, jumlah kasus Corona di Burundi telah berjumlah 42 di mana satu di antaranya meninggal. Kendati demikian, Burundi tidak memberlakukan sistem lockdown tetapi hanya mengimbau masyarakat menaati protokol kesehatan seperti menjaga kebersihan dan menghindari kerumunan.

3. Mongolia

Pada 24 Juni 2020, Mongolia melangsungkan pemilihan 76 anggota parlemen. Para pemilih diminta berdiri terpisah dengan jarang dua meter saat mengantre di tempat pemungutan suara di Ulaanbaatar.

Petugas juga memeriksa suhu tubuh dan mendistribusikan hand sanitizer. Pada saat itu, jumlah kasus Corona mencapai 215 dan belum ada korban meninggal.

Sekitar 8.000 orang Mongolia terdampar di luar negeri pada saat itu, dan protes di dalam negeri yang menyerukan agar mereka kembali dibubarkan oleh pihak berwenang karena melanggar aturan jarak sosial.

Negara yang Menggelar Pemilu Selanjutnya, Sri Lanka

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA