Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Jan 2021 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Pembangunan Gerbang Candi Borobudur, Gedung Sekolah Ikut Digusur

Eko Susanto
detikTravel
-Pemerintah akan membangun gerbang menuju Candi Borobudur di Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gerbang ini nantinya menjadi salah satu ikon yang menjadi tanda wisatawan telah memasuki kawasan Candi Borobudur.
Gedung SDN Blondo 1 yang digusur. (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Gedung SDN Blondo 1 Magelang terpaksa digusur karena lahannya digunakan untuk pembangunan gerbang menuju Candi Borobudur yang bakal jadi ikon wisata.

Pemerintah akan membangun gerbang menuju Candi Borobudur di Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gerbang ini nantinya menjadi salah satu ikon yang menjadi tanda wisatawan telah memasuki kawasan Candi Borobudur.

Lokasi pembangunan gerbang menuju Candi Borobudur ini, salah satunya menggusur gedung SDN Blondo 1. Saat ini proses pembangunan mulai dilakukan dengan tahap awal membongkar gedung sekolah tersebut. Kemudian, siswa SDN Blondo 1 di-regrouping menuju SDN Blondo 3 yang berada di seberang jalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin mengatakan, SDN Blondo 1 di-regrouping dengan SDN Blondo 3 menjadi SDN Blondo. Untuk siswa SDN Blondo 1 ada sebanyak 65 anak.

"SD Blondo 1 sudah di-regrouping dengan SD Blondo3 menjadi SD Blondo. Siswanya ada 65 anak," kata Aziz dalam pesan singkatnya melalui Whatsapp, Senin (4/1/2020).

SDN Blondo 1 di-regrouping, kata Aziz, alasannya ada dua pertama terkena proyek tersebut, kemudian yang kedua karena saat ini jumlahnya siswanya hanya 65 anak sehingga menguatkan dilakukan regrouping.

"Jadi pertama kena proyek, kedua menguatkan karena sudah sedikit itu terus di merger, di regrouping dengan SD Blondo 3 yang lokasinya hanya nyeberang jalan," kata Aziz.

-Pemerintah akan membangun gerbang menuju Candi Borobudur di Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gerbang ini nantinya menjadi salah satu ikon yang menjadi tanda wisatawan telah memasuki kawasan Candi Borobudur.Gedung SDN Blondo 1 di Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, yang mulai dibongkar. Foto: Eko Susanto/detikcom

Regrouping tersebut, katanya, sesuai dengan Peraturan Bupati Magelang No 41 tahun 2020 tentang penggabungan Sekolah Dasar Negeri Blondo 1 dan Blondo 3 yang ditetapkan 1 Oktober 2020.

Untuk tanah SDN Blondo 1, katanya, merupakan tanah milik Desa Blondo, sedangkan asetnya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang. Untuk saat ini dilakukan pembongkaran oleh Pemkab Magelang dan nantinya yang membangun membangun untuk titik gerbang menuju Candi Borobudur oleh pemerintah.

"Itu kalau tanah milik desa, tapi aset bangunan milik daerah yang merobohkan daerah," katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Blondo 3 Wuryaningsih mengatakan, siswa dari SDN Blondo 1 semula ada 65, kemudian satu pindah sekolah sehingga ada 64 anak. Kemudian, di SDN Blondo 3 siswanya sebanyak 242 anak sehingga dengan ada tambahan 65 anak menjadi 306 anak.

"Dari sana semula 65 anak, satu pindah. Siswa kami ada 242 anak ditambah 64 jadi 306 anak seluruhnya," ujarnya.

SDN Blondo 3, katanya, dulunya juga pernah ada regrouping dari SDN Blondo 2 yang lokasinya sama.

"Di sini dulunya SDN Blondo 2 dan Blondo 3, kemudian Blondo 2 di-regrouping menjadi SDN Blondo 3. Sekarang ada regrouping dari SDN Blondo 1, nantinya menjadi SDN Blondo," tuturnya.

Terkait pembangunan pintu gerbang menuju Candi Borobudur, Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan, apresiasinya kepada pemerintah pusat dengan ditetapkan sebagai super prioritas di wilayah Kabupaten Magelang.

Penetapan Candi Borobudur menjadi super prioritas tentunya akan membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Magelang.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dengan ditetapkannya sebagai super prioritas di wilayah Kabupaten Magelang oleh Presiden, tentunya membawa dampak positif berkah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Magelang. Tentunya di situ akan banyak penataan. Salah satunya kita akan menata pintu-pintu gerbang yang masuk di wilayah Kabupaten Magelang. Ada beberapa pintu yang akan dilakukan perbaikan. Salah satunya pintu Blondo," kata Zaenal.

Untuk pembangunan gerbang tersebut, kata Zaenal, akan menggunakan salah satu fasilitas SD yang ada. Untuk itu, hal ini telah dikomunikasikan dengan pihak sekolah dan desa.

"Kita sudah mengkomunikasikan, kita akan menggunakan salah satu fasilitas SD di sana. Kita sudah komunikasikan dengan pihak sekolah dan pihak pemerintah desa. Nanti akan ada penempatan bagi teman-teman yang sekolah di situ, tetapi semua harapannya bisa berjalan semuanya. Jadi yang sekolah tetap bisa sekolah," ujarnya.

(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA