Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jan 2021 06:07 WIB

TRAVEL NEWS

Baliku Sepi, Baliku Malang

Tim detikcom
detikTravel
Bali saat libur akhir tahun 2020.
Bali yang sepi di momen libur Natal tahun 2020 lalu (istimewa/Prabas)
Badung -

Pariwisata Bali menjadi yang paling terdampak oleh COVID-19. Jelang libur Natal tahun lalu, kondisi tidak lebih baik.

Suasana Bali yang sepi itu dirasakan oleh salah seorang wisatawan domestik asal Tangerang Selatan bernama Prabas dan istrinya. Menempuh jalur darat, mereka tiba di Bali pada 24 malam atau sehari jelang hari raya Natal.

Sejatinya, tanggal itu sudah merupakan peak liburan wisatawan di Bali saat kondisi normal. Hanya tahun 2020 lalu, kondisi Pulau Dewata sepi bak kota mati.

"Itu Bali sepi banget, semua toko pada tutup. Sepanjang Legian itu sepi kayak kota mati," ujarnya saat dihubungi detikTravel hari Senin (4/1/2021).

Roadtrip Jakarta Bali di akhir tahun 2020.Suasana di kawasan Kuta, Badung Foto: (istimewa/Prabas)

Tak hanya di Kuta dan Legian yang menjadi pusat keramaian turis, kawasan Uluwatu hingga Ubud juga sepi. Di Pasar Kesenian Ubud misalnya, para pedagang yang biasanya melayani turis sampai banting harga dan memohon pada wisatawan lokal untuk membeli dagangannya.

"Semua di Bali diskon. Hal yang paling gue sedih, istri gue suka kerajinan. Ke Pasar Kesenian Ubud ada tiga kali, sekarang kondisinya sudah 180 derajat. Mereka kayak begging sampai segitunya ke semua turis yang lewat," ceritanya.

Menurut salah satu masyarakat Bali yang ditemuinya, Pulau Dewata memang sudah sepi sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Namun, kondisinya perlahan mulai membaik di momen libur akhir tahun kemarin.

"Soalnya dari bulan April seperti kota mati, sekarang sudah mulai pelan-pelan. Mulai rame, mereka masih bersyukur," tutupnya.

Selanjutnya: Tidak semua Bali sepi

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA