Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Jan 2021 17:39 WIB

TRAVEL NEWS

Tukang Foto di Kawasan Menara Kudus Menjerit Sepi Gegara PPKM

Dian Utoro Aji
detikTravel
Juru foto di kawasan Menara Sunan Kudus, Jumat (15/1/2021)
Juru foto di kawasan Menara Sunan Kudus. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kudus, Jawa Tengah berdampak bagi para tukang foto di kawasan Menara Kudus. Pasalnya pendapatan tukang foto di kawasan menurun tajam saat PPKM.

Dari pantauan detikcom di kawasan Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus terlihat lengang, Jumat (15/1). Padahal objek wisata religi tidak ditutup total. Objek wisata Sunan Kudus dibuka bagi peziarah asal Kudus sendiri.

Tampak sejumlah tukang foto pun menunggu para peziarah datang. Tak jarang mereka hingga siang belum mendapatkan peziarah yang berkeinginan untuk foto di depan ikon Menara Kudus peninggalan Sunan Kudus.

Salah satu tukang foto Menara Kudus, Teguh Haryanto (35) mengatakan PPKM kali inilah sangat berdampak bagi tukang foto di kawasan wisata Menara Kudus. Sebab jumlah peziarah yang datang menurun tajam. Karena peziarah dari luar daerah tidak diperbolehkan.

"Dampak PPKM dari kemarin sama ini mending kemarin, ada pemasukan lima foto peziarah. Ada paling 5 sampai 10. Ini 5 saja tidak dapat. Satu ini saja belum. Sampai sore, padahal seperti saya sudah keluarga ini," kata Yanto begitu sapaan akrabnya kepada wartawan ditemui di lokasi, Jumat (15/1/2021).

Yanto mengatakan pada bulan-bulan ini biasanya ramai peziarah datang ke Makam Sunan Kudus. Karena mendekati bulan suci Ramadhan. Namun karena ada pandemi Corona diperkirakan juru foto di kawasan Menara Kudus akan berdampak.

"Ini kan hari mau menginjak puasa. Ini biasanya malahan ramai - ramainya. Ramai bahkan ini biasanya bisa sampai 30 lembar paling sedikit 25 lembar. Ini sama sekali, satu saja belum dapat. Harusnya musim panen, banyak peziarah datang ke sini," ungkap Yanto yang sudah belasan tahun menjadi juru foto di kawasan Menara Kudus.

Objek wisata Masjid, Makam, dan Menara Kudus, Jumat (15/1/2021)Objek wisata Masjid, Makam, dan Menara Kudus, Jumat (15/1/2021) Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Dia menjelaskan sekali foto wisatawan tidak perlu merogoh kocek mahal. Karena dengan uang Rp 20 ribu bisa mendapatkan foto dengan ukuran 10 R.

"Sekali foto harganya Rp 20 ribu, langsung jadi. Ukurannya 10 R, kemarin belum ada COVID-19 itu sekali foto langsung jadi harganya Rp 10 ribu. Ukurannya 5 R," ungkap Yanto bapak dua anak ini.

Di masa serba sulit ini Yanto berharap pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat kecil. Dia mengaku sempat menjual sepeda motornya untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.

"PPKM ini kena semua. PKL fotografer kalau santunan apa namanya pemerintah memikirkan enak. Kalau tidak memikirkan ya gitu. Saya belum dapat bantuan," keluh Yanto.

Dampak PPKM juga dirasakan PKL di kawasan Menara Kudus. Salah satunya Asih (40). Dia mengaku pendapatan sejak ada PPKM ini menurun tajam. Biasanya sehari bisa membawa uang Rp 400 ribu kini hanya Rp 150 ribu perhari.

"Dampaknya sepi. Biasanya Rp 400 ribu, kemarin sehari hanya bisa bawa uang Rp 150 ribu. Ini sepi sekali," ungkap Asih saat ditemui di kawasan Menara Kudus.

Seperti diketahui Kudus mulai menerapkan PPKM sejak 11-25 Januari 2020. Segala sektor ditutup selama penerapan PPKM. Namun objek wisata religi seperti Sunan Kudus tetap buka dengan ketentuan terbatas.

Di Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus hanya diperbolehkan bagi peziarah lokal. Mereka hanya datang dari Kudus saja. Sedangkan terminal wisata Bakalan Krapyak Kudus ditutup selama PPKM.



Simak Video "Satgas Beberkan Penurunan Kasus Covid-19 Akibat PPKM"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA