Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Jan 2021 17:41 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Uno Minta Koneksi Sinyal di 5 Tempat Wisata Kenceng Terus

Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (Istimewa)
Jakarta -

Menggandeng Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemkominfo), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menekankan pentingnya coverage signal atau cakupan sinyal di seluruh destinasi wisata.

Khususnya untuk lima destinasi wisata super prioritas yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur dan Likupang. Permintaan ini pun disambut baik oleh Menkominfo, Johny G Plate yang berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Tentunya aspek sekarang yang diperlukan adalah infrastruktur yang berkaitan dengan jaringan dengan coverage signal," ungkap Sandi dalam siaran tertulis pada Senin (18/1/2021).

Sandi menuturkan bahwa hanya satu destinasi yang dia nilai paling siap dari segi kelengkapan dan infrastruktur, yaitu Candi Borobudur di Magelang. Kawasan tersebut sudah dilengkapi dengan sejumlah BTS dari masing-masing operator.

Jika dibandingkan dengan destinasi lain, Danau Toba misalnya, masih terdapat sejumlah kabupaten yang belum memiliki BTS reguler. Meski sudah diketahui bahwa Menkominfo telah membangun 142 titik akses internat Bakti di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang berkaitan langsung dengan DSP Danau Toba.

Begitu pun dengan DSP Labuan Bajo. Menurut Sandiaga, pembangunan sebanyak 18 titik BTS universal service obligation (USO) dan tiga titik di Nusa Tenggara Barat sangat membantu untuk kesiapan DSP. Sedangkan 78 titik BTS di Mandalika menurut Sandi harus dapat ditingkatkan kembali.

"Karena jika kita mendarat di Destinasi Super Prioritas, selain jalan, listrik, air dan akomodasi, pasti masalah jaringan internet dan coverage signal selalu menjadi prioritas bagi para wisatawan, khususnya wisatawan milenial yang sekarang harus selalu eksis dan segera tayang dengan gambar-gambar, terbarunya melalui instagram, facebook, twiiter maupun juga TikTok," jelas Sandi.

"Kita lihat juga bahwa di kawasan Likupang ini mungkin harus ditingkatkan prioritasnya, karena masih banyak sekali kekurangan BTS yang perlu dipenuhi dan di sini kita akan bekerja sama dengan Kominfo Bakti untuk menghadirkan lebih baik coverage signal yang sangat dibutuhkan oleh para wisatawan," tambahnya.

Menparekraf juga mengingatkan adanya koordinasi antara Kemkominfo dengan operator telepon seluler. Hal ini bertujuan agar tak ada tabrakan sinyal seperti yang dialaminya di Labuan Bajo dan Mandalika.

"Kami apresiasi sekali program bakti ini, karena dengan segera menghadirkan jaringan di kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif.Selanjutnya kita juga bicara bagaimana ke depan melalukan kerjasama untuk big data, sehingga kebijakan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dan peningkatan kinerja, dan key perfomance indicators bisa berbasis data yang sudah teranalisis dengan baik," jelas Sandiaga.

Langkah selanjutnya ialah mobile positioning data. Fungsinya adalah untuk memantau pergerakan wisatawan di kawasan wisata. Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan pengelola wisata yang akan memberikan layanan virtual mulai dari panduan hingga berbagai informasi.

Selain itu ada pula kehadiran satelit di tahun 2021 yang diyakini bisa meningkatkan kecepatan sinyal hingga 5G. Tujuannya adalah untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Pak menteri juga memberikan kabar bahwa akan ada satelit baru di 2023, yaitu Atria (Satelit Indonesia Raya) yang kita harapkan mendukung kinerja dari pariwisata dan ekonomi kreatif," jelas Sandi.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA