Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Feb 2021 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kudeta di Myanmar, Suasana Kota Yangon Mencekam

Bonauli
detikTravel
Kota Yangon pasca kudeta
Warga antre membeli barang kebutuhan di salah satu toko di Yangon, Myanmar, pascapenangkapan Aung San Suu Kyi (Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/pras)
Yangon -

Dunia dikejutkan dengan kudeta militer di Myanmar. Kudeta terjadi di sana dan suasana kotanya terlihat sepi.

Dilansir dari CNBC, Senin (1/2/2021) semua bank di Myanmar tutup pasca kudeta yang dilakukan oleh militer terhadap pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

"Semua bank anggota Asosiasi Bank Myanmar akan menutup bank mereka mulai 1 Februari," ujar asosiasi.

Asosiasi menyebut bahwa ini dikarenakan akses internet yang buruk. Sebelumnya bahkan gangguan telepon sempat terjadi.

Kekacauan sempat terjadi sekitar pukul 10 waktu setempat. Pasca penahanan Aung San Suu Kyi, militer langsung mengumumkan status darurat nasional, menunjuk presiden baru dan pengembalian negara ke militer.

Karena suasana yang begitu mencekam, warga Yangon langsung bergegas untuk menarik semua uang dalam bentuk tunai dari bank mereka. Terlihat bahwa hampir di semua ATM terlihat antrean warga yang mengular.

Kota Yangon pasca kudetaKota Yangon pasca kudeta Foto: (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/pras)

Tak hanya menarik uang tunai, warga juga langsung berdesakan ke toko-toko sembako untuk menyiapkan berbagai kebutuhan. Masih di tengah pandemi, kebanyakan warga terlihat memakai masker. Walau sesekali ada saja yang tak memakainya.

Kudeta artinya semua pemerintahan dikembalikan ke militer. Tank-tank militer terlihat melintas dan masuk ke ibu kota.

Thailand yang memiliki perbatasan darat dengan Myanmar mengambil langkah cepat. Melalui Ketua Kamar Dagang Chiangrai (daerah perbatasan Myanmar) Anurat Intorn, mengatakan bahwa semua daerah perbatasan dan aktiviyas perdagangan disetop tanpa batas waktu.

Sebelumnya, partai Suu Kyi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memenangkan pemilu yang dilakukan November lalu. Ini merupakan pemilu demokratis pertama Myanmar keluar dari cengkeraman militer yang berkuasa selama 49 tahun di negara itu, pada tahun 2011.

NLD menyapu bersih pemungutan suara. Hal itu memberi harapan Suu Kyi bisa memperbarui kontrak kekuasaan dengan masa jabatan lima tahun yang baru.

Tetapi militer selama berminggu-minggu mengeluh bahwa pemilihan penuh kecurangan. Militer mengklaim telah mengungkap lebih dari 10 juta contoh penipuan pemilih.

Mereka menuntut komisi pemilu yang dikelola pemerintah merilis daftar pemilih untuk pemeriksaan silang. Pekan lalu, panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing, orang paling kuat di negara itu, mengatakan konstitusi 2008 negara itu bisa "dicabut" dalam keadaan tertentu.

Pernyataan Min Aung Hlaing, datang saat rumor kudeta marak. Ini meningkatkan ketegangan di dalam negeri dan mendapat peringatan dari lebih dari selusin kedutaan asing dan PBB.

Kudeta ini bukanlah yang pertama. Myanmar sudah mengalami kudeta dua kali sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1948. Yakni tahun 1963 dan 1988.



Simak Video "Aung San Suu Kyi Akan Disidang"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA