Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Feb 2021 18:03 WIB

TRAVEL NEWS

Lonceng Tanda Bahaya! Hiu dan Ikan Pari Mulai Hilang dari Lautan

Femi Diah
detikTravel
Great white shark smiling in the blue ocean
Hiu putih di ambang punah. (iStock)

Negara dan Warga Dunia Harus Turun Tangan

Satu-satunya cara ampuh untuk mencegah kepunahan ikan hiu dan pari itu bisa dilakukan. Caranya, dengan kebijakan pemerintah seluruh negara di dunia. Masyarakat juga tidak boleh tinggal diam.

"Ilmu pengetahuan sudah berkontribusi untuk mengukur jumlah mereka. Nah, untuk langkah-langkah mengurangi penangkapan hiu itu harus ada kemauan politik, masyarakat harus turut memberikan tekanan," jelas Dr Sherley.

Contoh riil adalah populasi hiu putih yang relatif membaik. Itu berdasarkan laporan Shark Advocates International, sebuah proyek nirlaba dari The Ocean Foundation.

"Usaha perlindungan yang relatif sederhana dapat membantu menyelamatkan hiu dan pari, tapi waktunya sudah hampir habis," kata Sonja Fordham, Presiden dari Shark Advocates International.

Di ambang kepunahan 'waktu hampir habis' untuk selamatkan hiu dan ikan pariDi ambang kepunahan 'waktu hampir habis' untuk selamatkan hiu dan ikan pari Foto: BBC Magazine

"Kami membutuhkan tindakan konservasi di seluruh dunia, untuk mencegah berbagai konsekuensi negatif yang tak terhitung jumlahnya, dan menjamin masa depan yang lebih cerah untuk hewan luar biasa dan tak tergantikan ini.

Bahayanya Jika Hiu dan Ikan Pari Punah

Hiu merupakan pemuncak rantai makanan. So, keberadaannya sangat krusial bagi lautan.

Kepunahan hiu berdampak signifikan terhadap hewan laut lainnya. Padahal, hewan laut itu merupakan sumber makanan bagi manusia.

"Hiu dan pari laut lepas sangat berperan penting bagi kesehatan ekosistem laut, tapi karena mereka hidup tersembunyi di bawah permukaan laut, sulit untuk mengukur dan memantau status mereka," kata Nathan Pacoureau dari Simon Fraser University, Kanada.

"Penelitian ini menggambarkan teori global pertama dari kondisi spesies ini di saat yang bersamaan negara-negara sedang mengampanyekan misi dunia global yang berkelanjutan," Pacoureau menambahkan.

"Awalnya kami bermaksud menjadikan ini sebagai laporan. Sekarang, kami berharap ini juga bermanfaat sebagai alarm untuk mengambil tindakan nyata," dia menegaskan.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA